Jakarta, Beritasatu.com – Indeks pasar saham Amerika Serikat (AS) berubah pada awal pekan, Senin (3/6/2024). Nasdaq dan S&P 500 naik, sedangkan rata-rata industri Dow Jones turun setelah data manufaktur AS yang lemah memicu kekhawatiran.
S&P 500 naik 0,11% menjadi 5.283,40, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,56% menjadi 16.828,67, demikian dilansir CNBC International, Selasa (04/06/2024). Sementara itu, Dow Jones diperkirakan turun 115,29 poin atau 0,3% menjadi berakhir pada 38.571,03.
Saham Nvidia naik hampir 5% setelah pengumuman lini baru chip kecerdasan buatan, sebuah tanda bahwa perusahaan siap berjuang untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan. Pembuat chip tersebut mengatakan pihaknya meningkatkan arsitektur chip AI-nya setiap tahun.
Kemudian, saham-saham siklis yang posisinya berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi melemah dan sektor energi, industri, dan material ditutup di zona merah.
Sebelumnya, sektor manufaktur AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dengan indeks manufaktur ISM berada di angka 48,7 pada bulan Mei, menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi dan melemahnya dolar AS. Sebab angka di bawah 50 merupakan indikator kontraksi.
Wall Street mengalami penguatan di bulan Mei, dengan ketiga indeks utama mencatat bulan positif keenam dalam tujuh bulan. Nasdaq naik 6,9% di bulan Mei, bulan terbaik sejak November 2023.
Read More : Zulhas Sebut WNA Pelaku Impor Barang Ilegal, Jadi Distributor di Tanah Abang dan Mangga Dua
Namun, reli tersebut tampaknya mulai melemah menjelang akhir bulan. Ketiga indeks tersebut ditutup lebih dari 1% di bawah rekor tertingginya di bulan Mei, bahkan ketika Dow Jones naik lebih dari 500 poin pada hari Jumat. Nasdaq turun 1,1% minggu lalu karena saham-saham chip turun.
Minggu pertama musim ini penuh dengan berita ekonomi. Investor menunggu data pendapatan pribadi ADP pada Rabu (5/6/2024).
Kemudian pada bulan Mei laporan pada Jumat (7/6/2024). Investor nampaknya menginginkan perlambatan ekonomi yang akan memberikan lampu hijau kepada The Fed untuk memangkas suku bunga, namun bukan perlambatan yang akan mengancam resesi.