Jakarta, Beritasatu.com – Kekhawatiran terhadap potensi dampak negatif kombinasi inflasi yang sangat tinggi dan perlambatan ekonomi membuat saham AS melemah pada Kamis (25/4/2024).
Read More : Pluang Hadirkan Opsi Saham AS, Buka Babak Baru Kemajuan Investasi di Indonesia
Selain itu, penurunan signifikan pada saham asli Facebook yang merupakan salah satu saham paling berpengaruh di Wall Street juga turut berkontribusi terhadap kerugian di pasar saham AS.
Indeks S&P 500 turun 0,5% pada hari Jumat (26/4/2024), menghapus beberapa kenaikan signifikan minggu sebelumnya, AP melaporkan. Rata-rata industri Dow Jones turun 375 poin, atau 1%, setelah sebelumnya turun 700 poin. Sementara itu, Nasdaq Composite mengalami penurunan 0,6%.
Secara keseluruhan, S&P 500 turun 23,21 poin menjadi 5.048,42. Dow turun 375,12 menjadi 38.085,80, dan Nasdaq Composite turun 100,99 menjadi 15.611,76.
Meskipun MetaPlatform, perusahaan di balik Facebook dan Instagram, melaporkan laba kuartal terakhir yang mengalahkan perkiraan analis, namun sahamnya turun 10,6%. Investor lebih tertarik pada investasi besar perusahaan dalam bidang kecerdasan buatan dibandingkan hasil keuangannya saat ini. Namun, perkiraan pendapatan Meta di masa depan tidak sesuai dengan ekspektasi analis, sehingga menambah tekanan pada sahamnya.
Read More : Menteri ATR Ungkap Pembebasan Tanah 2.086 Ha di IKN dalam Tahap Finalisasi
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang lebih lambat dan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan mengecewakan pasar. Hal ini menimbulkan masalah bagi Federal Reserve, karena pengetatan kebijakan moneter dapat memperburuk perlambatan ekonomi, sementara penurunan suku bunga dapat mempercepat inflasi.