JAKARTA, Beritasatu.com – Indeks utama Wall Street melemah pada Selasa (30/4/2024) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga yang masih tinggi.
Read More : Polisi dan 1 Warga Tewas Ditikam Sekuriti di Rokan Hilir
S&P 500 turun 80,48 poin menjadi 5.035,69. Dow turun 570,17 menjadi 37.815,92 dan Nasdaq turun 325,26 menjadi 15.657,82.
AP melaporkan pada Rabu (1/5/2024) bahwa penurunan saham pada hari Selasa semakin cepat karena investor mengambil langkah terakhir mereka sebelum penutupan buku pada bulan April 2023 dan pengumuman suku bunga The Fed pada hari Rabu. saat sore hari.
Tidak ada yang mengharapkan The Fed untuk mengubah suku bunga utama pada pertemuan ini. Investor umumnya percaya The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya satu kali sebelum akhir tahun 2024. Pada awal tahun, investor memperkirakan penurunan suku bunga sebesar enam persen.
GE Healthcare Technologies turun 14,3% pada hari Selasa setelah melaporkan pendapatan kuartal pertama tahun 2024 yang lebih lemah dari perkiraan. F5 turun 9,2% meski melaporkan laba lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, pendapatan McDonald’s kuartal I 2024 turun sedikit di bawah ekspektasi analis setelah turun 0,2%.
Read More : Pemerintah Ingin Lebih Banyak Pengusaha Besar Gandeng UMKM
Sementara itu, di pasar luar negeri, Nikkei 225 Jepang naik 1,2% setelah dibuka kembali setelah liburan. Indeks ini beragam di sebagian besar wilayah Asia, namun lebih rendah di Eropa.