BANDUNG, BERITASATU.COM – Walikota Bandung Muhammad Farhan selama ulang tahun Pankasil mengundang seluruh masyarakat untuk meninjau dan mengalami esensi spiritual dan moral Pankasil.

Read More : Megawati, Jusuf Kalla, dan Try Sutrisno Hadir dalam Agenda Sidang Tahunan MPR

Bagi Fargan, Punkaril bukan hanya norma hukum atau artikel dalam hukum. Selain itu, adalah semangat bangsa yang harus dilibatkan oleh para pemimpin dan warga negara dalam semua tindakan.

Farhan, pada hari Sabtu, 06/31/2025 kepada para jurnalis di balai kota Bandung, “Jika Anda mengandalkan hukum positif tanpa hanya memperhitungkan nilai -nilai spiritual, saya hanya bisa menjadi seperti penguasa otoriter seperti Kim -un,” katanya.

Farhan berbicara tentang proses spiritual yang Bang Carno menggali lima pesanan Pancasil, seperti yang mereka yakini, ia mulai dengan kontemplasi di Hutan Arjasari di Banjaran.ย 

Dia juga menyatakan keinginan untuk melindungi tempat -tempat sejarah yang mempertahankan nilai perjuangan dan spiritualitas bangsa.

Orum Saya ingin mendorong perlindungan tempat -tempat bersejarah ini, termasuk kuburan tokoh -tokoh yang menginspirasi, โ€katanya.

Farhan menekankan bahwa keadilan sosial adalah puncak dari nilai Pancasil. Keadilan bukan hanya masalah tertulis dari keadilan hukum, tetapi juga rasa keadilan yang benar -benar dirasakan oleh orang -orang.

“Keadilan adalah makna. Kita sering melihat bahwa para pelaku kejahatan kecil sebagian besar dihukum, para Bozuis dapat melarikan diri dengan sedikit hukuman. Ini membahayakan rasa keadilan masyarakat.”

Read More : Kasus 109 Ton Emas, Kejagung Periksa 4 Orang Termasuk Eks Dirut PT Antam Dana Amin

Dia mempresentasikan konsep keadilan tidak hanya sebagai kesamaan (sama), tetapi sebagai keseimbangan (keseimbangan). Menurutnya, keadilan sejati harus memperhitungkan kebutuhan dan kondisi setiap manusia.

Farhan juga menghargai toleransi dan keharmonisan agama di Bandung. Dia memberi contoh bagaimana pemerintah kota mempertahankan keseimbangan antara kebebasan beribadah dan hak untuk mengekspresikan pandangan, termasuk demonstrasi.

“Sejak 2018, kami telah dapat mendukung konteks antara Bobotokh dan Jackmania, dua kelompok pendukung yang sering bertentangan,” katanya.

Akibatnya, Farhan menekankan pentingnya nilai -nilai Pankasil tidak hanya menghafal ini, tetapi juga kebangkitan tindakan tertentu.

“Jika spanduk diingat, nilai ini akan kering. Namun, jika mereka diterapkan dalam kerja sama timbal balik, toleransi dan keadilan, kita dapat menjadikan Bandung kota yang damai dan maju.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *