Lumajang, Beritasatu.com – Penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin banyak terjadi pada hewan ternak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bahkan, puluhan sapi dikabarkan mati akibat wabah tersebut. Mengantisipasi wabah lebih lanjut, pihak berwenang mengintensifkan inspeksi pasar ternak.
Read More : Pemerintah Baru Inggris Batalkan Gugatan ke Jaksa ICC yang Minta Surat Penangkapan Netanyahu
Dalam dua bulan terakhir, Dinas Keamanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang melaporkan lebih dari 900 kasus ternak FMD dengan 70 kematian ternak. Wabah tersebut telah menyebar hampir ke seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, dengan beberapa wilayah yang mencatat jumlah kasus tertinggi antara lain Kecamatan Kalakah, Pasarujambe, Kunir, dan Senduro.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah melalui Satgas PMK melakukan pemeriksaan ketat terhadap pedagang sapi yang hendak masuk ke pasar sapi. Skrining ini dilakukan dengan memeriksa kondisi fisik sapi.
Untuk mencegah penyebaran virus ke hewan lain, beberapa hewan yang menunjukkan gejala PMK tidak akan dipasarkan. Selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan obat-obatan.
Anggota Satgas PMK DKPP Lumajang Dr. Andra Novianto mengatakan, penyebaran virus PMK disebabkan banyaknya sapi sakit yang berasal dari luar kota, yang kemudian menulari sapi lain yang ada di pasar.
Selain itu, jarak antar kandang ternak menjadi penyebab cepatnya penyebaran virus.
Penularannya bisa terjadi dari jarak antar kandang hewan, melalui udara, dan melalui transportasi hewan, kata Andra kepada wartawan, Rabu (8/1/2025).
Read More : Menjelang Masa Tenang Pilkada 2024, Jokowi Makan Soto Bareng Ahmad Luthfi di Boyolali
Andra juga menyoroti pentingnya peran peternak dalam memutus rantai penularan PMK. Ia meminta para peternak untuk menjaga kebersihan kandangnya dan memberikan susu formula tradisional pada sapi yang menunjukkan gejala PMK, seperti sapi yang ngiler terus-menerus, sering lesu, dan kehilangan nafsu makan.
“Untuk sapi yang mengalami gejala PMK, peternak bisa memberikan obat herbal seperti kunyit atau mengkudu,” kata Indira.
Lebih lanjut Endra mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan gejala tersebut ke pusat kesehatan terdekat agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
“Jika menemukan sapi yang mengalami gejala PMK di Lumajung, segera lapor ke Puskesmas terdekat. Ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan kandang sapi,” imbuhnya.