Jakarta, Beritasatu.com – Volkswagen (VW) mengumumkan perubahan besar pada operasinya di Jerman. Bahkan tanpa penutupan pabrik, perusahaan akan melakukan PHK massal yang secara bertahap akan berdampak pada sekitar 35.000 pekerja pada tahun 2030.

Read More : Wabah PMK Merebak, Pedagang Sapi di Kebumen Keluhkan Sepinya Pembeli

Keputusan ini diambil setelah negosiasi panjang antara VW dan serikat pekerja. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip pada Minggu, 29 Desember 2024, kesepakatan tersebut dicapai setelah 70 jam perundingan, lima putaran perundingan, dan dua pemogokan besar yang melibatkan lebih dari 100.000 pekerja pada bulan lalu.

Sebagai bagian dari kesepakatan, VW setuju untuk melanjutkan operasi di 10 pabrik di Jerman dan memperpanjang jaminan ketenagakerjaan hingga tahun 2030.

Namun para pekerja setuju untuk melepaskan sejumlah bonus, mengurangi pekerjaan tetap bagi pekerja magang, mengurangi kapasitas produksi di lima pabrik sebanyak 700.000 kendaraan dan menarik PHK.

Volkswagen berencana memberhentikan lebih dari 35.000 karyawannya di Jerman secara bertanggung jawab. Langkah ini diharapkan dapat menghemat sekitar $4,2 miliar per tahun dalam jangka menengah.

Read More : Polisi Panggil Adik Pegi sebagai Saksi Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon

Restrukturisasi ini juga mencakup pemotongan gaji sekitar 4.000 eksekutif. Mulai tahun depan, bonus mereka akan dikurangi menjadi 10% dari pendapatan tahunan mereka.

Restrukturisasi dan PHK karyawan ini mengikuti upaya VW untuk mengurangi biaya, menyederhanakan proses produksi, dan mempercepat waktu penyelesaian proyek. Restrukturisasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi VW dalam persaingan industri otomotif global yang semakin kompetitif, khususnya di segmen kendaraan listrik.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *