Lampung Tengah, Beritasatu.com – Sebuah video penuh kasih viral di media sosial yang memperlihatkan kepanikan warga setelah seorang pria bernama Salam tertembak senjata api milik anggota DPRD Lampung Tengah berinisial MSM. Dalam video tersebut terlihat warga berlarian melihat korban tergeletak dalam genangan darah.

Read More : Insiden Juliana Mendunia, Pemprov NTB Bentuk Tim Penyelamatan Rinjani

Video peluru nyasar yang mengenai kepala warga beredar luas di media sosial. Video penuh kasih berdurasi 30 detik itu memperlihatkan kepanikan warga saat menghadiri pesta pernikahan di Desa Mataram Ilir, Kecamatan Seputih, Surabaya, Lampung Tengah pada Sabtu (6/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam video tersebut, terdengar teriakan histeris warga yang berlarian melihat Salam, 58 tahun, tergeletak dalam genangan darah usai kepalanya terkena peluru nyasar senjata api milik anggota DPRD MSM dari Partai Gerindr.

Korban tewas seketika akibat luka tembak di kepala hingga pelipis mata. Peluru nyasar di kepala korban Salam berasal dari senjata api MSM yang ditembakkan secara miring.

Saat itu, MSM menembakkan senjata api ala pistolnya untuk memeriksa isi selongsong peluru, namun di luar dugaan, pistol tersebut berisi peluru yang meledak dan mengenai kepala korban.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan setelah kejadian tersebut MSM menyerahkan diri kepada Kapolda Lampung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Read More : Bupati Blitar Pantau Langsung Evakuasi Lokasi Tanah Longsor

Usai dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung, jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum desa (TPU) desa setempat pada Minggu sore (7/7/2024) pukul 14.00 WIB.

Kuasa hukum MSM, Dedi Wijaya mengatakan, meninggalnya korban akibat terkena peluru nyasar senjata api di MSM tidak disengaja.

Peristiwa tersebut murni karena kecerobohan tersangka dan diakui oleh tersangka. Tersangka secara pribadi telah meminta maaf kepada pihak keluarga, bahkan korban masih menjadi paman tersangka, kata Dedi Wayao Polres Lampung Tengah. .

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *