Jakarta, Beritasatu.com – Dunia maya kembali didisrupsi. Pasalnya, ada pegawai Masjid Istiqlal yang diduga memalsukan akta nikah siri. Aksi polisi tersebut viral di media sosial.

Read More : Cagub Mulia-PAS Janjikan Program Simantri Plus seperti Era Mangku Pastika

Pada Senin (5 Juni 2024), seorang pegawai Masjid Istiklal yang kemudian diketahui bernama Ustaz Jamalrail yang bekerja di pusat konversi Masjid Istiklal diduga membuat akta nikah.

Terungkapnya perbuatan tak terpuji tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @lambe_danu dan diunggah kembali oleh akun Instagram korban yakni @anita_wijaya_news.

Tak hanya itu, akun tersebut juga memperlihatkan bukti tangkapan layar WhatsApp korban bernama Yeni Salim yang menyebut ada petugas masjid Istiklal yang diduga memalsukan akta nikah siri yang cepat tersebar di media sosial – (Instagram/@lambe_danu).

“Saya seorang mualaf bernama Yeni Salim dan saya tinggal di Jakarta Pusat. Saya menerima syahadat di Masjid Istikl oleh Ustaz Jamalrail pada 16 Februari 2024,” kata Yeni Salim.

Menurut pengakuan Yeni, Ustaz Jamalrail sebenarnya mengajak Yeni berzina dengan imbalan perlakuan yang baik.

“Kemudian saya selingkuh dengan Ustaz Jamalrail, berzina dan diajak tinggal bersamanya tanpa menikah. Saya mendapat perlakuan sewenang-wenang dan penindasan dari Ustaz tersebut,” ujarnya.

Korban merasa telah melaporkan perbuatan cabul yang dilakukan Ustaz Jamalrail. Sayangnya, Masjid Istiklal berusaha mengaburkan peristiwa tersebut.

“Sudah dilaporkan ke pengelola salat pada 6 Mei 2024, tapi sepertinya mereka ingin menutupi kejadian saya,” ujarnya.

Bahkan, Yeni mengaku Ustaz Jamalrail membuat akta nikah palsu dan tidak tercatat untuk menyembunyikan rasa malunya.

Takut dipecat, Ustaz Jamalrail malah membuat akta nikah palsu. Foto perempuan itu diedit tanpa tanda tangan, ujarnya lagi.

Read More : Imigrasi Jakarta Barat Amankan 5 WNA

“Saya mohon bantuannya untuk menghubungi Imam Besar Masjid Istiklal untuk menyingkirkan Ustaz Jamalreil yang korup dan tercela ini dari Istiklal,” lanjutnya.

Yeni Salim merasa siap jika dasinya diadili. Alasannya, dia punya bukti kuat.

“Kami memiliki semua bukti foto yang ada di hotel pada 15 Februari 2024,” lanjutnya.

Sementara itu, saat dihubungi, Juru Bicara Masjid Istiklal TGH Sapawaldi mengaku pihaknya masih belum mengetahui dugaan tindakan pengurus Masjid Istiklal.

“Saya belum bisa berkomentar karena harus bertanya kepada pihak-pihak terkait. Tentu saya harus belajar dulu,” ujarnya saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (10/5/2024).

Ia mengatakan, ketika masalah muncul, Safaverdi mengatakan mereka harus menyelesaikan masalah tersebut bersama-sama.

“Saya tidak tahu apa masalahnya, benar atau tidaknya informasi itu. Tentu perlu diselesaikan bersama, jadi saya tidak bisa mengomentari informasi detailnya,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *