Berau, Beritasatu.com – Puluhan ibu-ibu dan ibu rumah tangga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, nekat mendapatkan akses ke toko penjual minuman beralkohol berkedok kafe. 

Read More : Yudha Arfandi Hanya Dijatuhi Vonis 20 Tahun Penjara, Tamara Tyasmara Sebut Ada Kebohongan

Aksi belasan ibu-ibu yang menggerebek beberapa warung dan menemukan ratusan botol miras pun langsung heboh di media sosial. Aksi tersebut terjadi di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau.

Tindakan ibu-ibu tersebut bermula dari kekesalan mereka karena mencurigai toko-toko tersebut menjual minuman beralkohol dengan berpura-pura menjadi kafe atau warung makan.

Dalam aksinya, belasan ibu rumah tangga tersebut memutuskan membobol tiga kios yang teridentifikasi memasok minuman beralkohol. Saat memasuki toko, mereka menemukan ratusan botol minuman beralkohol.

Ibu-ibu ini pun nekat mendobrak pintu kamar salah satu warung yang ternyata berfungsi sebagai gudang puluhan peti minuman beralkohol.

Keharuan para ibu rumah tangga semakin memuncak saat mengetahui salah satu minibus yang terparkir di depan toko tampak membawa puluhan kotak berisi minuman beralkohol.

Massa yang marah kemudian mengeluarkan paksa puluhan kotak berisi ratusan botol miras dari dalam mobil. Mereka juga menghancurkan karton berisi ratusan botol miras.

Salah satu warga, Kholifah, mengatakan aksi puluhan ibu rumah tangga di Kampung Bukit Makmur merupakan wujud kekesalan masyarakat setempat terhadap menjamurnya kafe dan warung makan yang justru menjual minuman beralkohol.

Sebagian besar warung minuman beralkohol di Kampung Bukit Makmur ternyata dikelola oleh pendatang. Para pendatang membuka tempat hiburan yang berbau lokalitas.

Read More : Gunakan AI, Kreator Digital Ini Sukses Hadirkan Suasana Eksotis Bandung Bersalju

“Tindakan ini sudah sangat mencemari desa kami,” kata Khlifah kepada Beritasatu.com di lokasi kejadian, Jumat sore (1/11/2024).

Menurutnya, kemunculan warung miras telah mencoreng Kampung Bukit Makmur. Dari tiga kios yang digerebek, ada yang sudah buka enam bulan lalu, ada pula yang baru buka kurang dari tiga bulan.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Bukit Makmur Syahidin mengaku hanya bisa pasrah dan tak mampu lagi membendung luapan emosi massa.

Syahidin kemudian berjanji akan menutup tiga kios minuman beralkohol di wilayahnya dan meminta mereka berhenti beroperasi.

“Ada bukti dari botol soda. Ada juga bukti bahwa botolnya masih utuh. Saya atas nama kepala desa menyatakan dengan tegas bahwa mulai hari ini dan seterusnya akan ditutup. “Jual-jual minuman sudah tidak diperbolehkan lagi di warung-warung ini,” kata Syahidin usai menenangkan massa.

Ibu-ibu ini juga mengancam akan mendatangkan kerumunan lebih besar jika warung miras tetap berada di Kampung Bukit Makmur.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *