Jakarta, Beritasatu.com – Banyak masyarakat mengibarkan bendera bulan dan bintang di depan kantor Gubernur Aceh di kantor Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh. Aktivitas mereka mengibarkan panji perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berawal dari media sosial.
Read More : Dugaan Gangguan Kejiwaan Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Karyawan, DPR: Jangan Jadi Alasan Pemaaf
Dalam video yang dibagikan di grup WhatsApp, terlihat dua orang mengibarkan bendera bintang dan bulan di kantor Gubernur Aceh. Banyak orang lain yang berdiri dan ada pula yang merekam kejadian tersebut.
Komite Peralihan Aceh (KPA), kelompok mantan pejuang GAM, menyatakan tidak terlibat dalam pengibaran bendera bulan dan bintang di kantor Gubernur Aceh yang tampak berlaku.
Wakil Ketua KPA Pusat Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak mengatakan, pelaku pencopotan bendera bulan dan bintang di depan kantor Gubernur Aceh bukan eks anggota GAM. “Ini adalah tindakan dan perilaku orang dan kelompok yang tidak bertanggung jawab, yang ingin merusak situasi damai di Aceh pasca pilkada,” kata Abu Razak, Jumat (29/11/2024) yang terjadi di Aceh pada Kamis (28) / 11/2024).) “Ini merupakan tindakan provokatif yang terus dilakukan dengan tujuan merusak nama baik Partai KPA dan Aceh serta mendorong kekacauan. Tapi alhamdulillah setiap anggota KPA dan PA di Aceh memahaminya. Jadi mereka tersinggung,” kata Wakil Ketua GAM. Abu Razak mengkritik sistem keamanan kantor Gubernur Aceh yang dinilai lemah dan mudah dimasuki masyarakat karena adanya hasutan, “Bagaimana bisa, dua pemuda datang bebas. , dan menurunkan bendera (bulan dan bintang).” Dimana aparat keamanan atau anggota Satpol PP dan polisi menjaga dan melindungi kantor-kantor pemerintah, biarlah orang-orang tersebut bebas untuk terlibat.”
Read More : Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik hingga Bukittinggi dan Agam