Tel Aviv Beritasatu.com – Video menunjukkan penghancuran rumah pantai Benjamin Netanyahu setelah milisi Hizbullah membela serangan drone (UAV).
Read More : Iran-Israel Memanas, Menteri ESDM Pastikan Stok BBM di Indonesia Aman
Para pejabat Israel mengatakan Netanyahu dan istrinya tidak ada di rumah ketika serangan itu terjadi di kota pesisir Kaisarea pada hari Sabtu, namun tidak ada yang terluka.
Namun insiden tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Israel berhasil lolos dari serangan udara tersebut. Afiliasi CNN, Con 11, merilis foto-foto yang menunjukkan jendela pecah, retak, dan terbakar di luar rumah Netanyahu.
Con 11 mengatakan jendela yang rusak adalah jendela kamar tidur.
“Diizinkan untuk mempublikasikan: UAV yang diluncurkan Hizbullah menabrak rumah Perdana Menteri di Kaisarea,” demikian bunyi keterangan foto yang dibagikan oleh reporter Con 11.
Militer Israel pada pekan lalu Sabtu (19/10/2024) mengatakan pihaknya melihat tiga UAV menyeberang dari Lebanon menuju wilayah Israel. Dua UAV berhasil dicegat. UAV lainnya menabrak sebuah bangunan di kawasan Kota Kaisarea.
Juru bicara perdana menteri Israel membenarkan serangan tersebut di hari yang sama, namun pada Selasa (22/10/2024) pejabat Israel mengakui adanya serangan drone terhadap rumah tersebut.
Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. “Jika kami tidak sampai di tempatmu, ada satu hari antara kami dan kamu.” Ketahuilah bahwa ada malam dan medan perang.
Dalam postingan di X setelah serangan itu, Netanyahu menuduh agen Iran melakukan kesalahan besar.
Read More : 22 Lokasi Samsat Keliling di Jadetabek Hari Ini dan Jam Operasionalnya
“Saya berbicara kepada Iran dan sekutunya sebagai poros kejahatan. Siapa pun yang menyakiti warga Israel akan menanggung akibatnya,” tegas Netanyahu.
Iran membantah terlibat dalam serangan pesawat tak berawak itu, dan mengatakan operasi itu dilakukan oleh Hizbullah. Drone telah terbukti menjadi ancaman berteknologi rendah namun mematikan bagi Israel.
Sistem pertahanan udara Israel benar-benar mengesankan, mencegat dan menghancurkan sebagian besar rudal yang ditembakkan ke negara tersebut. Namun bukan drone yang bisa diluncurkan dari mana saja, drone ini terutama dirancang dan dikembangkan untuk menangani roket dan rudal serta dapat terbang dengan kecepatan tinggi dan mengubah arah dengan cepat.
Pada awal Oktober 2024, serangan Hizbullah terhadap pangkalan militer sekitar 40 mil dari perbatasan Israel menewaskan empat tentara.
Pada bulan Juli, sebuah pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 10 lainnya di Tel Aviv. Jangan nyalakan suara saat menyerang. Dua drone diluncurkan, salah satunya berhasil dicegat tetapi yang lainnya mampu menembus pertahanan, kata IDF.