Ankara, Beritasatu.com – Jumlah korban tewas akibat badai di Vietnam bertambah 29 orang menjadi 262 orang dalam 24 jam terakhir.

Read More : SPBU Apung Pram-Doel Kalahkan Imajinasi Disneyland Rido di Kepulauan Seribu

Selain itu, lebih dari 820 orang terluka. Sedangkan 83 orang tidak ditemukan. Antara melaporkan pada Sabtu (15 September 2024) berdasarkan laporan VN Express yang mengutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Topan Taifeng menyebabkan hujan lebat, banjir dan tanah longsor di sepanjang pantai Timur Laut Vietnam.

Pihak berwenang terus mencari 41 orang hilang setelah 37 rumah tersapu di desa Lao Kaing Nu, di pegunungan utara.

46 orang dipastikan tewas di desa tersebut.

Sementara itu, desa lain di Lao Sai memiliki sekitar 115 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang namun ditemukan selamat. Mereka mengatakan mereka berlindung di pegunungan selama dua hari.

Read More : Bocah 16 Tahun Debut sebagai Starter di Laga Cagliari vs Milan, Fonseca: Semua Orang Parcaya Camarda

Lebih dari 130.000 orang harus mengungsi akibat badai tersebut. Selain itu, hampir 137.000 rumah rusak.

Badai juga menghancurkan infrastruktur. Selain itu, badai juga menumbangkan tiang-tiang telekomunikasi dan pohon-pohon di perkotaan.

Pasca Topan Topan, Kementerian Keuangan Vietnam pada Kamis (9 Desember 2024) mengungkapkan negaranya menerima kerugian lebih dari 285 juta dolar AS atau Rp 4,3 triliun akibat badai tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *