Jakarta, Beritasatu.com – Jumlah korban banjir yang ditemukan meninggal di Desa Rua, Kecamatan Pulau Ternate terus bertambah. Data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban kini mencapai 13 orang meninggal dunia, dua orang luka-luka dan jumlah korban terdampak masih dalam proses pendataan.

Read More : 527 Jemaah Calon Haji di Polman Jalani Vaksinasi Meningitis

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, mengatakan banjir juga menyebabkan kerusakan harta benda, 10 unit rumah rusak berat.

“Sampai saat ini, upaya tanggap darurat di lokasi bencana sedang berlangsung. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Ternate dikerahkan bersama instansi terkait untuk mengevakuasi korban dan menilai dampak bencana secara cepat, kata Abdul Muhri dalam siaran pers BNPB, Minggu (25/8/2024).

BPBD Provinsi Maluku Utara juga berkoordinasi dengan BPBD Kota Ternate untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Menurut Abdul Muhri, kebutuhan mendesak di lokasi terdampak antara lain tenda pengungsi, tower lampu, selimut, kasur, terpal, kasur lipat, dan sembako. 

Read More : Sadis, Suami Bunuh Istri yang Sedang Hamil 8 Bulan di Padang

Tim darat juga sedang melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan, ujarnya.

Baca juga: Tak Berangkat, Calon Penumpang Marah di Bandara Sultan Babullah Ternate Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemungkinan hujan lebat di wilayah Kota Ternate dan sekitarnya masih mungkin terjadi. Hari. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti instruksi pihak berwenang terkait kemungkinan terjadinya banjir susulan. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *