Jakarta, Beritasatu.com – Penelitian terbaru mengungkap burung robin laut utara (Prionotus carolinus) memiliki kemampuan khusus. Mereka tidak hanya bisa berjalan di dasar laut, tetapi mereka juga memiliki kaki yang berfungsi sebagai alat indera untuk merasakan mangsa yang tersembunyi.

Read More : 3 Pemain Timnas Indonesia yang Berpotensi Kembali di Kepelatihan Patrick Kluivert

Menurut Ars Technica, Sabtu (19/10/2024), ikan merupakan manusia yang hidup di laut dan dapat berenang serta merangkak dengan kaki yang tumbuh dari sirip perut. Tim peneliti internasional menemukan bahwa kaki ikan ini ditutupi papila (tumor mirip mulut manusia) yang memiliki reseptor rasa untuk mendeteksi bahan kimia pada mangsa yang terkubur. Jika menemukan sesuatu yang menarik, ikan ini akan mencari makanan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Current Biology, para peneliti berpendapat bahwa papila ini merupakan inovasi penting dalam perluasan perilaku mencari makan di dasar laut. Para peneliti juga menemukan bahwa kaki laut mengembangkan sinar sirip dari sirip dada dan melibatkan gen yang disebut tbx3a, yang mempengaruhi pembentukan kaki.

“Papila mewakili inovasi evolusi penting terkait dengan perluasan ciri-ciri perilaku mamalia laut,” kata peneliti dari Universitas Harvard, Universitas Stanford, dan Institut Max Planck dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Current Biology.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mencicipi mangsa di laut bukan berasal dari neuron sensorik, melainkan dari kepadatan neuron di papila kaki. Selain itu, para peneliti menciptakan hibrida burung robin laut untuk menguji sifat genetik kaki sensitif tersebut, yang terbukti memiliki sifat unggul.

Read More : Malam Tahun Baru, Car Free Night Diberlakukan di Jakarta Mulai Pukul 18.00 WIB

Tim peneliti berspekulasi bahwa kaki nenek moyang burung robin laut awalnya digunakan untuk bergerak, namun seiring berjalannya waktu mereka juga memperoleh fungsi sensorik untuk membantu menemukan makanan yang tersembunyi di dasar laut. Penelitian ini memberikan informasi baru tentang pertumbuhan dan adaptasi ikan di lingkungannya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *