JAKARTA, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengatakan biaya pembangunan DPR mencapai Rp 70 juta per bulan antara tahun 2024-2029. Angka tersebut terkait anggaran perumahan di DPRD DKI sebesar Rp70,4 juta. Menurut Indra, biaya gedung DPR mungkin lebih mahal dibandingkan biaya gedung DPRD Jakarta.
Read More : Menko Yusril Tegaskan Mary Jane Bukan Bebas, tetapi Jalani Sisa Hukuman di Filipina
“Kalau DPRD sebagian besar pendapatannya Rp 35 juta, di atas Rp 40 juta, kalau di DPRD. Daerah, harga properti berbeda-beda menurut wilayah dan DKI (Rp 70 juta),” kata Indra. Senin (7/10/2024) di Kantor Anggota DPR (RJA) Kalibata, Pankoran, Jakarta.
Meski demikian, Indra mengatakan pihaknya masih mempelajari harga sewa rumah di Jakarta, khususnya di kawasan Senayan, Semangi, dan Kebayoran. Sekjen DPR, kata dia, telah menunjuk penasihat khusus untuk menentukan valuasi atau proses penetapan harga rumah sebelum membeli, menjual atau menjual.
โKami akan menggunakan konsultan kritis untuk itu, berdasarkan itu kami dapat menyelesaikan pengiriman peralatan pasca konstruksi ke dewan yang disebut BURT,โ kata Indra.
Indra mengatakan, biaya perumahan bagi anggota DPR lebih baik dibandingkan gedung perkantoran. Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi kantor-kantor anggota DPR banyak yang sudah tidak ada dan banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan kantor-kantor tersebut.
Read More : Respons Ashanty Soal Aurel Hermansyah Kena Tipu Fico Fachriza
โUntuk melakukan perbaikan maka yang disebut perbaikan seluruh atap dan struktur harus dibongkar. Itu dilakukan pada tahun 2008 dan 2010 tanpa ada dampak apa-apa, dan itu bagian strukturnya (Anggota DPR)โ Terlalu besar, besar, tidak bisa diselesaikan dengan menutupnya, tapi harus diperbaiki pembangunannya” dan dihentikan Indra.