Jakarta, Beritasatu.com – Sebuah proyek pengelolaan akan dibangun di kota Mekkah yang menuai perdebatan sengit di media sosial. Video yang menampilkan para insinyur Saudi berbicara tentang pembangunan proyek hiburan besar di kota suci, salah satunya film, menuai kontroversi, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Ka’bah dan Masjid Al-Haram.
Read More : Inflasi Zona Euro Naik Jadi 4,1%, Pasar Khawatir Resesi
Tujuan utama dari proyek ini adalah bioskop dalam proyek “Smart Mecca”. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan fasilitas hiburan modern ke dalam kota Mekah tanpa mengurangi makna keagamaannya.
Laporan dari The New Arab, Jumat (30/8/2024), Saudi Entertainment Ventures (Seven), yang mendukung dana investasi publik, menjadi pencipta proyek ini. Perusahaan ini diakui sebagai pionir dalam pengembangan sektor hiburan di Arab Saudi.
Tahun lalu, Seven membayar US$2,5 miliar untuk membangun berbagai proyek hiburan di Arab Saudi, termasuk pembangunan bioskop di Makkah yang menelan biaya SR1,3 miliar ($347 juta) atau sekitar Rp 5,3 triliun.
Proyek kontroversial ini dibangun oleh perusahaan lokal Modern Building Leaders (MBL) di distrik Al Abidiyah, dekat Universitas Umm Al Qura. Dengan luas 80.000 meter persegi, proyek ini menjanjikan perubahan signifikan bagi masyarakat.
Pembangunan film ini tidak hanya menampilkan perubahan fisik kawasan Mekah, namun juga perubahan budaya yang signifikan di Arab Saudi. Selama lebih dari 40 tahun, film dilarang di kerajaan tersebut. Namun semuanya berubah pada tahun 2018, ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman mencabut larangan tersebut sebagai bagian dari rencana Visi 2030 untuk meningkatkan perekonomian dan membuka masyarakat Saudi terhadap dunia luar.
Sejak itu, Arab Saudi mengalami pertumbuhan pesat dalam pengembangan fasilitas bioskop. Banyak bioskop telah dibuka di berbagai kota.
Read More : PM Kecam Pernyataan Elon Musk Sebut Kerusuhan di Inggris Perang Saudara
Namun, pembangunan bioskop di Makkah menimbulkan perasaan campur aduk. Bagi sebagian orang, hal ini merupakan langkah maju dalam upaya mendiversifikasi perekonomian dan meningkatkan taraf hidup warga sesuai dengan semangat Visi 2030. Namun bagi sebagian lainnya, kedekatan proyek hiburan ini dengan tempat suci menimbulkan kekhawatiran. Mereka mempertanyakan apakah perkembangan ini sesuai dengan tradisi agama dan budaya kota suci Mekkah.
Meskipun konflik sedang berlangsung, pemerintah Saudi menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi kesucian Mekkah. Para pejabat Saudi mengatakan bioskop dan program hiburan lainnya dirancang untuk melengkapi infrastruktur modern kota tersebut tanpa mengurangi makna keagamaannya.
Proyek di Makkah ini hanyalah salah satu dari sekian banyak proyek yang dikerjakan Seven di seluruh Arab Saudi. Dengan rencana investasi sebesar SR50 miliar untuk 21 tempat hiburan di 14 kota, Arab Saudi siap menjadi pusat kebudayaan, hiburan, dan pariwisata. Namun, hanya waktu yang akan membuktikan bagaimana proyek-proyek ini akan mempengaruhi keseimbangan antara modernitas dan nilai-nilai tradisional yang dihargai oleh masyarakat Saudi.