JAKARTA, BERITASATU.COM – Tingkat bunga Susi Sudarman, Pengamat Hubungan Internasional Indonesia, Partisipasi AS (AS) dalam konflik Iran dan Israel adalah bagian integral dari dinamika politik domestik dalam kekacauan.

Read More : Setelah Bertemu Jokowi, Menlu China Wang Yi Temui Prabowo

Dia mengatakan bahwa mendukung kelompok liberal dan membuat Amerika lagi (MAGA) juga memiliki ketegangan internal terhadap kebijakan luar negeri Sami.

“Ada kontradiksi di Amerika Serikat dengan kedalaman yang berbeda, yaitu nilai -nilai liberal pada hari Selasa (19 Juni 2025), yaitu dengan nilai -nilai liberal,” kata Susi sebuah program yang sakit di Peritasu.

Dia menjelaskan bahwa bahkan fondasi yang mendukung keajaiban adalah sebuah divisi. Beberapa kelompok mendukung intervensi militer, sementara yang lain menolak partisipasi AS di luar negeri dalam konflik. 

Menurut SUS, kurangnya waktu tentara AS yang menyebabkan lebih banyak kepentingan dari kelompok pendirian, elit politik atau gubernur lama yang menggunakan posisi Presiden Donald Trump.

“Ada semacam panah dari MAGA untuk mengimplementasikan teori -teori tentang peperangan tak berujung Pentagon itu sendiri,” katanya.

Susi juga menekankan bahwa kita adalah tekanan keuangan yang cukup berat, seperti harga komoditas dan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

Dalam situasi ini, ia mempertahankan keputusan Trump untuk mengambil langkah -langkah militer yang mungkin mencoba untuk mengalihkan perhatian publik ke masalah domestik.

Read More : Instagram di-Hack, Ridwan Kamil: Bukan Perbuatan Saya

“Mereka semua mengalami kesulitan keuangan, harga naik dan mereka tidak memiliki cukup pekerjaan untuk mendanai hidup mereka,” katanya.

Susi juga membandingkan strategi ini dengan lowongan film kosong ketika pemerintah memulai konflik asing untuk memimpin masalah domestik.

“Amerika memperingatkan setiap kali presidennya kehilangan opini publik yang mendukungnya,” tambahnya.

Dalam hal pengumuman tunggal Trump, serigala menganggapnya lebih sebagai strategi komunikasi dan bukan sebagai langkah diplomatik yang serius. Dia mengatakan, Trump mencoba menyeimbangkan tekanan pada dua pihak lain.

“Kesannya, kesan mencoba mengendalikannya. Jika tidak hilang, maga yang tepat tidak dapat dipenuhi. Sayap. Jika itu menghentikan pertempuran, itu akan menguntungkan mereka yang tidak menyukainya,” katanya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *