Pelalawan, Birtasatu.com-RIAU diadakan dan Polisi Regional Riau terus mencari pencarian korban truk diesel yang terjadi di segaturasi sungai di Kabupaten Pelalawan, Riau pada hari Sabtu (22/2/2025).

Read More : PM China Li Qiang dan Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Makan Malam

Dalam insiden ini, 17 orang melaporkan bertahan hidup, sembilan dalam pencarian dan enam orang meninggal. Dari enam orang tewas, empat adalah anak -anak dan dua orang dewasa lainnya. 

Riau M Iqbal Inspektur Jenderal dan lingkungannya secara langsung memimpin proses penelitian korban pada hari kedua.

“Kami akan mencoba yang terbaik untuk melakukan yang terbaik untuk membantu menyelamatkan korban. Hal pertama yang perlu kami lakukan adalah tindakan bantuan yang paling penting,” kata Inspektur Jenderal M Iqbal, Minggu (23/23/2025). 

Dia menjelaskan, kemudian, tim SAR dikombinasikan dalam upaya penelitian ini yang melibatkan BPBD, Polarud, TNI dan Pemerintah Kabupaten San Pelalawan. 

“Alhamdlillah, dalam lebih dari 22 jam tim gabungan menemukan enam korban, empat di antaranya adalah anak kecil dan dua orang dewasa. Dari dua orang dewasa setelah kami cenderung menjadi pengemudi. Sembilan yang menduga masih ada di dalam (sungai). Kami meminta masih ada orang yang hidup,” katanya. 

Read More : Berusia Tua, Ratusan Ruang Kelas di Subang Rusak

Data tentang korban truk yang memasuki Sungai Mati adalah ringan (4 tahun), TRI (4 tahun), CEI (4 tahun), dan Yarman (4 tahun). Kemudian seorang pria bernama Maranat Indrato (33 tahun) dan seorang wanita bernama Solin Waruu (30 tahun). 

Sementara para korban masih dalam pencarian adalah Arman, Amil, Noel, Wilda, Aras, Afurisu, Yusnidar, Yasani, dan Sutia Murni. Tim gabungan SAR sekarang berusaha menemukan korban dengan menghubungkan sungai menggunakan perahu ban dan berusaha untuk merendam.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *