Bogor, Beritasatu.com -CEO Polisi Kota Bogor -Comiscu Eco Prasetoo, sebuah truk pelayaran galon terpapar kegagalan tanpa gangguan, Ciawi Pen (GT), desa Katulampa, Bogor, mengatakan kecelakaan mematikan. Delapan meninggal dan 11 terluka. Tiga mobil membakar api.
Read More : Hasil Mallorca vs Barcelona, Hansi Flick: November Kelabu Berakhir, Desember Ceria Dimulai
“Diduga bahwa kegagalan rem kendaraan (kegagalan rem) telah jatuh ke dalam serangkaian kendaraan (pembayaran e-counsel).
Pada waktu itu, truk galon dari Ciawi pindah ke Jakarta. Kombes Eco, “delapan dan 11 orang yang terluka sekarang.” Katanya.
Kecelakaan mematikan di Ciawi GT terjadi sekitar 23,30 pada hari Selasa, 25.04.2015. Setelah acara, pengorbanan itu meninggal atau terluka dan segera berlari ke Rumah Sakit Regional Ciawi (RSUD) untuk mendapatkan perawatan.
Kecelakaan mematikan GT Ciawi juga terluka, tiga terluka dan tiga puing -puing lainnya diberitahu.
Read More : BYD Masuk 5 Besar Merek Mobil Terlaris di Australia
Kombes Eko mengumumkan bahwa kecelakaan mematikan sedang dalam perjalanan ke pena Bogor Jakarta di GT Ciawi 2.