Jakarta, Beritasatu.com – Toyota Motor Co. dan BMW AG akan memperluas kerja sama dalam pengoperasian kendaraan sel bahan bakar dalam upaya meningkatkan daya saing kendaraan hidrogen.
Read More : Pergerakan Tanah Rusak 15 Rumah dan Masjid di Kukar
“Deep company akan diumumkan pada 5 September,” kata sumber yang mengetahui hal tersebut, Selasa (27/8/2024), dilansir Antara.
Toyota akan memasok komponen-komponen penting seperti tangki hidrogen ke BMW, yang akan memproduksi massal dan menjual kendaraan sel bahan bakar (FCV) selama beberapa tahun ke depan.
Kolaborasi luas yang disiarkan oleh Kyodo ini bertujuan untuk menstandardisasi komponen dan mengurangi biaya FCV, yang dianggap sebagai opsi menjanjikan untuk mencapai netralitas karbon namun belum populer karena harganya masih tinggi.
Kedua produsen mobil tersebut sepakat pada tahun 2012 untuk berkolaborasi dalam pengembangan FCV sebagai bagian dari upaya mengembangkan kendaraan ramah lingkungan di tengah peraturan lingkungan yang ketat.
Toyota adalah pemasok utama FCV, setelah meluncurkan Mirai, FCV yang diproduksi secara massal pertama di dunia, pada tahun 2014.
Namun penjualannya hanya sebagian kecil dari penjualan mobil perseroan yang melebihi 10 juta unit setiap tahunnya.
Read More : Setelah Resmi Rilis di Tiongkok, BYD Shark Siap Debut secara Global
Hingga Juni tahun ini, produsen mobil asal Jepang tersebut telah menjual sekitar 26.000 unit FCV sejak diluncurkan.
Salah satu alasannya adalah Mirai akan dijual dengan harga lebih dari 7 juta yen (Rs 751 juta), jauh lebih mahal dibandingkan rata-rata harga mobil di Jepang yang mencapai 2,64 juta yen (Rs 283 juta) pada tahun 2023.
Berbagi komponen-komponen utama dapat mengurangi biaya model-model Toyota sekaligus meringankan beban BMW dalam mengembangkan suku cadangnya sendiri.
Menurut sumber tersebut, kedua perusahaan juga akan bekerja sama untuk membangun stasiun hidrogen di Eropa, karena kurangnya stasiun pengisian daya telah menjadi hambatan besar bagi popularitas FCV.