Jakarta, Beritasatu.com – Produsen mobil Jepang Toyota akan memangkas rencana produksi kendaraan listrik (EV) sebesar 33% pada tahun 2026.
Read More : Tragedi Tabrakan PSA Air dan Black Hawk: Tim Penyelamat Temukan Lebih dari 10 Jasad
Mengutip Carscoops, Minggu (09-08-2024), langkah Toyota disebut tepat karena belakangan ini perusahaan tersebut mendapat kecaman karena mengandalkan mobil hybrid dan tidak memperbarui jajaran kendaraan listriknya.
Kritik ini datang dari Nikkei, media Jepang yang memberitakan bahwa raksasa mobil Jepang itu mulai meragukan kondisi pasar dan akhirnya memutuskan untuk memperlambat produksi kendaraan listriknya secara signifikan.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Toyota berencana memproduksi hingga satu juta kendaraan listrik pada tahun 2026, turun 33% dari target awalnya.
Angka produksi tersebut terbilang masih sangat besar untuk target dua tahun ke depan, bahkan bisa dikatakan jauh melebihi sekitar 100.000 kendaraan listrik yang terjual pada tahun 2023.
Meski begitu, Toyota tetap memutuskan untuk memperlambat produksi kendaraan listriknya karena situasi pasar kendaraan listrik global yang juga sedang melambat.
Sebagai bagian dari upaya ini, perusahaan kemungkinan hanya akan memproduksi sekitar 400.000 kendaraan listrik pada tahun 2025.
Read More : Hadiri Pelantikan Anggota DPR, Prabowo Duduk Bersebelahan dengan Airlangga-Hadi Tjahjanto
Belum diketahui apakah ada jenis kendaraan listrik yang akan ditunda sebagai bagian dari rencana perlambatan produksi, namun diketahui bahwa Toyota saat ini sedang mengerjakan berbagai model, termasuk dua SUV tiga baris.
Kendaraan ini akan diproduksi di Toyota Motor Manufacturing di Kentucky dan Toyota Motor Manufacturing di Indiana. Sebelumnya, pada Juli 2024, pabrikan mobil tersebut menyatakan akan menawarkan 30 model BEV di seluruh dunia dengan merek Toyota dan Lexus.
Perusahaan juga mempunyai rencana untuk memproduksi 3,5 juta kendaraan listrik per tahun pada tahun 2030. Tujuan ini mungkin tercapai lebih lambat karena rencana penurunan produksi.