Jakarta, Beritasatu.com – Dalam 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangunan infrastruktur jalan mulai seimbang. Di Sumatera misalnya, pembangunan tol Trans Sumatera telah memberikan koneksi ekonomi baru bagi warga.
Read More : Pasar Kripto 2025 Berpotensi dalam Tren Bullish
Terhubung dengan pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa merupakan harapan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan yang tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa ini diperkirakan akan menimbulkan dampak ekonomi baru di beberapa daerah. Rencana pembangunan Tol Trans Sumatera ditargetkan pembangunannya sepanjang 2.994 kilometer (km), tahun ini pembangunannya harus dipercepat hingga 1.100 km.
Berdasarkan informasi dari perusahaan negara, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Jalan Tol Trans Sumatera direncanakan akan memberikan kontribusi sebesar Rp 768 triliun terhadap perekonomian negara pada tahun 2033.
Saat ini total ruas tol Trans Sumatera yang telah dibangun dan dioperasikan sepanjang 987,45 km. Berikut detailnya:
Bakauheni-Terbanggi Besar 141 km.
Terbanggi Besar-Kayu Agung 189 km.
Kayu Agung-Palembang-Betung 42,5 km.
Belawan-Median-Tanjung Morawa 43 km.
Medan-Binjai 17 km.
Seksi Binjai-Langsa Kualabinggai 26,2 km.
Nomor jalan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat) Seksi 3 dan Seksi 4 Tebing Tinggi-Serbelawan-Sinaksak 45,6 km.
Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi 62 km.
Palembang-Indralaya 22 km.
Read More : Sempurna pada Sprint Race MotoGP Thailand 2025, Marc Marquez: Masih Bisa Ditingkatkan
Sigli-Banda Aceh Seksi 2-6 (Seulimeum - Baitussalam) 48,5 km.
Pekanbaru-Dumai 131 km.
Pekanbaru-Bangkinang 31 km.
Binjai-Tanjung Pura 38,5 km.
Bengkulu-Taba Penanjung 17 km.
Indralaya-Prabumulih 65 km.
Tebing Tinggi-Indrapura 20,4 km.
Indrapura-Natus 47,75 km.
Tol Trans Sumatera yang belum dimulai antara lain Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat) Seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung sepanjang 18,05 km, dan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 Telepon sepanjang 15 km. .