JAKARTA, Beritasatu.com – Pembangunan Tol Trans-Jawa di masa 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan dampak positif bagi sektor logistik Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Read More : Bahlil: Sejumlah Negara Tertarik Kerja Sama Nuklir dengan Indonesia

Pulau Jawa, yang merupakan pusat perekonomian dan industri, menyumbang sekitar 58 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut, kata Setijadi, kepala eksekutif Rantai Pasokan Indonesia. Selain itu, Tol Trans-Jawa mampu memangkas waktu tempuh hingga sepertiganya.

Misalkan titik tertinggi Jakarta-Surabaya, jalur ini jika kita menggunakan jalan Pantura (Pantai Utara) rata-rata memakan waktu sekitar 36 jam atau 1,5 hari saja. Jadi hanya sepertiganya,” kata Setijadi di Jakarta, Selasa (17/9/2024).

Selain menghemat waktu perjalanan, ia menambahkan dengan dibangunnya Tol Trans-Jawa akan meningkatkan frekuensi angkutan dari sisi transportasi. “Dengan kondisi seperti ini, terdapat peluang untuk meningkatkan utilitas armada. Misalnya, jumlah perjalanan normal sehari bisa menjadi lebih banyak,” kata Setijadi.

Sementara itu, dari sudut pandang pemilik atau pengguna jasa pengiriman, ia menilai keberadaan jalur pembayaran ini menawarkan harga yang lebih kompetitif. Tentu saja akan mengurangi biaya pengiriman perusahaan, baik pengiriman dalam negeri atau bahan baku, pengiriman bahan jadi, maupun pengiriman ke luar negeri, kata Setijadi.

Namun, dia yakin tarif Tol Trans-Jawa diharapkan bisa lebih murah. Dia mencontohkan tarif Jakarta-Surabaya untuk truk mencapai Rp 1,234 juta.

Read More : Rumput Purun Disulap Nasabah PNM Jadi Tas Cantik

“Angka ini terlalu tinggi atau masih mahal. Berdasarkan masukan pengguna, ini harus diperhatikan, layak bersaing kalau harganya Rp 700.000, kalau kita pisahkan dari Jakarta ke Semarang sekitar Rp 400.000,” sarannya.

Selain Tol Trans-Jawa, Setijadi optimistis dampak serupa juga terjadi di Tol Sumatera.  Ia meyakini pergerakan barang hasil pertanian dan hewan dari daerah ke luar pulau juga terbantu dengan tersedianya jalur pembayaran.

“Dengan adanya jalan tol di Sumatera, arus barang luar biasa lancar. Katakanlah peternakan, peternakan, dan sumber barang berada di tengah-tengah, maka ketika ada jalan tol, itu adalah infrastruktur transportasi internasional. Ia menyimpulkan hal itu pasti akan membantu, meskipun kita juga harus menggunakan transportasi air, dalam hal ini kita harus memikirkan laut ketika masa depan.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *