Jakarta, Beritasatu.com – Program Tol Laut yang dibangun 10 tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berhasil memangkas biaya logistik yang langsung dirasakan warga di sejumlah daerah. Distribusi logistik yang merata membuat masyarakat merasakan manfaat bea cukai laut secara signifikan.
Read More : Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Istana: Jangan Lihat dari Satu Sisi
Salah satu warga Merauke, Anton (36 tahun), mengatakan kehadiran tol laut membuat biaya logistik di wilayahnya menjadi lebih murah. Ia mengatakan, bea cukai laut memudahkan penghematan biaya atau biaya logistik.
Harga sembako jadi lebih murah, karena mungkin biaya logistiknya turun, kata Anton.
Hal senada juga disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dikatakannya, Merauke yang tadinya hanya sekedar titik persinggahan, kini menjadi penghasil beras yang berkontribusi besar dalam mengisi angkutan pulang pergi sekaligus mendongkrak perekonomian daerah.
“Contohnya di Merauke dulunya hanya tempat pemberhentian tol laut. Sekarang menjadi produsen beras. Hampir seluruh wilayah Papua ditutupi oleh Merauke. “Inilah yang akan kita kembangkan di pemberhentian lainnya,” kata Menteri Perhubungan Budi pada Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “10 Tahun Menghubungkan Indonesia untuk Pemerataan dan Keadilan” di Jakarta.
Perubahan status Merauke dari persinggahan menjadi penghasil beras tidak serta merta terjadi. Peran aktif pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam pemanfaatan tol laut. Pemerintah daerah diharapkan proaktif dalam mendorong masyarakat memproduksi barang-barang yang dapat digunakan sebagai muatan balik ke wilayah Barat.
Dikatakannya, transformasi ini membuktikan kehadiran tol laut bukan sekedar infrastruktur penghubung, namun menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Sejak diluncurkan pada tahun 2015, tol laut telah mengalami banyak perkembangan baik dari segi rute, armada, maupun dampaknya terhadap perekonomian daerah tertinggal, perbatasan, terluar dan perbatasan (3TP).
Read More : Jadwal Semifinal Liga Champions: Inter vs Barcelona, PSG vs Arsenal
Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada awal peluncuran tol laut, program ini hanya melayani 11 rute yang mendapat subsidi penuh dari pemerintah. Namun kini telah berkembang pesat menjadi 39 rute. Pemerintah kemudian memutuskan wilayah timur menjadi prioritas program tol laut berdasarkan kondisi perekonomian yang masih membutuhkan dukungan.
Dengan memilih titik-titik di wilayah 3TP yang kondisi perekonomiannya kurang berkembang dan perbedaan harga bahan pokok yang tinggi, program ini dapat memberikan dampak yang nyata.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, pemerintah telah membangun 100 kapal untuk mendukung armada tol laut dan melakukan inovasi transportasi di daerah terpencil. Dari 39 rute yang beroperasi, mayoritas masih mendapat subsidi pemerintah. Namun, di masa depan, seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, banyak rute yang mungkin berubah menjadi angkutan komersial mandiri.