Jakarta, Beritasatu.com – Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) merupakan proyek yang sudah dimulai sejak lama, yakni pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Proyek tersebut baru rampung pada masa 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Read More : Buntut Siswa Dihukum Duduk di Lantai karena Tunggak SPP, SD Swasta Abdi Sukma dan Diskdik Medan Diperiksa Ombudsman

Tol Cipali memiliki panjang 116 kilometer. Jalan Tol ini merupakan kelanjutan dari Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang merupakan bagian dari Proyek Jalan Tol Jakarta-Palimanan yang menghubungkan Purwakarta dan Cirebon. Sebab, kilometer nol Tol Cipali adalah Cawang, Jakarta. Dan tol ini termasuk dalam kategori Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Secara historis, ide pembangunan tol Cipali sudah ada sejak masa Presiden Soeharto. Hal ini tertulis di Dinas Bina Marga Kabupaten Subang sejak tahun 1996. Lewat sini. Namun, pembangunannya terhenti karena Indonesia mengalami krisis keuangan pada tahun 1998.

Proyek tersebut bahkan dihidupkan kembali oleh presiden yang menjabat setelah Soeharto lengser. Sayangnya, proyek ini tidak muncul pada pembaruan pertama. Kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Presiden ke-6 Indonesia mulai menggarap proyek Tol Cipali pada tahun 2011.

Ide pembangunan tol Cipali saat itu digagas SBY saat menjabat sebagai presiden pertama pada tahun 2004. Lagi-lagi proyek tersebut tidak berjalan dengan baik dan tidak terlaksana karena adanya kendala, salah satunya masalah pembebasan lahan.

Selain persoalan pembebasan lahan, tol Cipali juga berdampak pada kawasan 32 pesantren di Desa Waringin, Kecamatan Babakan, Cirebon. Kekhawatiran lainnya adalah kekhawatiran pembangunan Tol Cipali akan merusak atau mengubah situs budaya dan sosial yang telah ada selama berabad-abad.

Pada masa SBY, landasan pembangunan proyek Tol Cipali dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum pada masa SBY, Joko Kirmanto pada tahun 2011. Hanya saja proyek yang dilaksanakan dengan dana sebesar Rp 12,56 triliun itu kembali terhambat akibat pembebasan lahan di kawasan Subang dan Cirebon.

Read More : Pergerakan Tanah di Balikpapan, 5 Rumah di Bukit Rata dengan Tanah

Tak bisa dimungkiri, proyek tol Cipali sudah menjadi bagian dari enam periode kepemimpinan Indonesia. Pengusahaan Tol Cipali dipegang oleh PT Lintas Marga Sedaya atau yang kini dikenal Astra Tol Cipali selama 40 tahun.

Jalan tol ini didirikan oleh Presiden Jokowi pada 13 Juni 2015. Tol sepanjang sekitar 116,75 kilometer ini diharapkan mampu memperpendek jarak Cikampek-Palimanan hingga 40 kilometer dibandingkan penyeberangan Pantura.

Proyek Jalan Tol Cipali merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dicanangkan pemerintah, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan perekonomian khususnya dari sisi industri, perumahan, perkantoran, pariwisata bahkan agrobisnis. FYI, dulunya Tol Cipali merupakan jalan terpanjang di Indonesia, sejak tahun 2015 hingga 2019. Namun rekor tersebut terpecahkan setelah beroperasinya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada 8 Maret 2019. Baca juga: Rumit, Jadi Teknologi LRT Palembang, Jalurnya Melintasi Sungai Musi

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *