Batavia, Beritasatu.com – Bahlil Lahadalia resmi menjadi satu-satunya calon presiden Partai Golkar periode 2024-2029. Kepastian itu didapat setelah calon lainnya, Ridwan Hisjam, yang merupakan calon presiden utama (bacaket), tidak memenuhi permintaan tersebut.

Read More : Terungkap Biang Kerok Banjir Kemang: Gubernur Ungkap Tanggul Retak Dan Kali Krukut Meluap!

Wakil Ketua Senior Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Partai Golkar Adies Kadir mengumumkan resmi hasil pengukuhan gambar bakket tersebut di kantor DPP Partai Golkar di Kemanggisa, Batavia Barat pada Senin (19/8/). 2024).

Berdasarkan hasil konfirmasi dokumen dan persyaratan bakal calon pertama, KPU menyatakan tabel pendaftaran bakal calon bernama Ridwan Hisjam dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Ketua Umum Golkar. Partai pada Musyawarah Nasional Partai Golkar ke-11 tahun 2024,” ujarnya.

Dijelaskan Adies, mereka memenuhi seluruh syarat yang diajukan Bacaketum untuk Bahlil Lahadalia. Hal ini menegaskan Bahlil akan menjadi calon tunggal pada pemilu Partai Golkar.

Buku pendaftaran calon calon bernama Bahlil Lahadalia telah lengkap dan syarat menjadi calon ketua umum pada Musyawarah Nasional Partai Golkar ke-11 tahun 2024, jelasnya.

Saat diwawancarai beberapa wartawan, Adies enggan menjelaskan lebih lanjut syarat yang tidak dipenuhi Ridwan Hisjam. Namun dari tujuh syarat tersebut, ada dua syarat yang tidak dipenuhi Ridwan.

“Dua dari tujuh persyaratan tidak terpenuhi,” ujarnya.

Read More : Mardiono Sebut PPP Tak Lolos PT karena Keliru Catat Suara Hasil Pemilu 2024

11 Partai Golkar. Konferensi nasional tersebut akan digelar di Batavia Convention Center (JCC), Senayan, Batavia Pusat pada Selasa (20/08/2024). Bahlil Lahadalia akan mengambil beberapa keputusan sebagai calon presiden dari partai utama. Salah satu proses yang akan dilakukan adalah para kader partai akan mendengarkan pendapatnya.

“Setelah dikukuhkan, besok di Munas kita akan mendengarkan pendapat umum pemegang hak suara. Pendapat umum itu akan datang dari DPD I, DPD II, dan Hasta Karya. Jadi suara yang dihitung sekitar 558 atau 560.” kata Adis.

Adies juga mengatakan, Bahlil mendapat dukungan 83%. “Pak Bahlil mendapat dukungan 83%. Artinya 469 surat dukungan dan malam ini masih ada lagi dari Yogyakarta, tapi saya belum tahu apakah akan diserahkan,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *