Jakarta, Beritasatu.com – Panglima TNI (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengaku turun langsung ke masyarakat untuk membantu pemberantasan praktik perjudian online, salah satunya dengan melakukan sosialisasi. Hal ini dilakukan door to door untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya perjudian dan pinjaman online.

Read More : KPU Siapkan 2 Opsi Tahapan Pilkada Ulang

“Iya kita berangkat. Makanya kita evaluasi terus, supaya teknik penyampaiannya bisa kita tingkatkan (lebih baik lagi), karena agak sulit memegang ponsel sambil berjalan. Itu yang perlu kita lakukan,” kata Maruli saat ditemui. usai acara Fun Walk Bhayangkara 2024 di Jakarta Selatan, Sabtu, (22/6/24).

“Nanti langsung ke masyarakat. Kalau ada yang berkumpul, akan dipresentasikan. Kalau ada forum resmi, kirimkan (bentuk sosialisasi),” ujarnya.

Maruli mengatakan meski ada kendala saat sosialisasi, pihaknya tetap berusaha. Pasalnya, kini korban perjudian online tidak hanya warga sipil saja, namun juga anggota TNI dan Polri.

โ€œMakanya kita harus lebih fokus menyelesaikan masalah ini karena dampaknya sudah sampai ada yang kehilangan tempat tinggal, ada yang tidak punya uang dan sebagainya.

Read More : Cegah Penyelewengan, Prabowo Diminta Kawal Ketat Program Prioritas

Oleh karena itu, kata Maruli, pihaknya terus mendapat instruksi langsung dari Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online Hadi Tjahjanto. Arahan tersebut antara lain penugasan TNI Pengawas Desa (Babinsa) dan Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Bhayangkara Polri kepada masyarakat.

โ€œKami sudah mendapat instruksi (dari Satgas) untuk sebanyak-banyaknya bersinggungan dengan komunitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Nanti kami akan memberikan informasi bagaimana penjelasan kepada masyarakat tentang perjudian online dan pulsa,โ€ tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *