Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Administrasi Negara (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah tidak menyalahgunakan pihak independen yang membuka usaha. Menurutnya, pihak swasta bisa memberikan dampak positif terhadap produktivitas daerah.
Read More : Jokowi Tanggapi Hasto yang Bakal Ungkap Video Rahasia Petinggi Negara
Hal itu disampaikan Tito dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penguatan Komitmen Pengawasan Pemerintahan Daerah dalam Pemberantasan Korupsi, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (7/8). /2024 ). ).
Makanya yang kita dorong adalah cara menciptakan dan mengaktifkan kembali pihak swasta agar segala sesuatu yang berkaitan dengan reaktivasi kehidupan termasuk penerbitan sertifikat, mempermudah berusaha, mereka tidak patah semangat ketika mencoba, katanya. .
Tito juga mendorong pihak swasta diberikan kesempatan pada tahap pertama pembangunan proyek tersebut. Hal ini agar sektor swasta bisa berkembang di wilayah tersebut.
Kata Tito, “Tidak usah kena pajak, setelah maju harus kena pajak.”
Tito pun mengungkit kasus mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. Richard diketahui tengah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi terkait izin mendirikan bangunan cabang Alfamidi di Ambon.
Read More : 8 Rekomendasi Sekolah Internasional Terbaik di Jakarta
“Makanya langkah KPK seperti melakukan OTT. Di Ambon terus terang kita akan bangun mini market di Ambon. Jaringan mini market itu sudah bernilai puluhan miliar dan diambil alih oleh KPK, pimpinannya,” kata Tito.
Menurut dia, langkah KPK ini menjadi pembelajaran tersendiri bagi pimpinan daerah lainnya.
Tito mengatakan: “Ini pelajaran bagi teman-teman pemimpin daerah lainnya. Ubah sektor swasta, jangan dibunuh.”