Jakarta, Beritasatu.com – Industri mobil listrik China kini menjadi salah satu andalan dunia. Hal ini terjadi karena pemerintah China mengeluarkan banyak uang untuk mendorong perkembangan industrinya.

Read More : Arsenal Bermain dengan 10 Pemain, Arteta Murka Saat Dikalahkan West Ham di Kandang

Melansir Carscoops, Senin (24/06/2024), pemerintah China menghabiskan dana sebesar 230,8 miliar dolar atau 3,777 triliun rupiah pada tahun 2009 hingga 2023.

Investasi sebesar ini belum pernah dilakukan Amerika Serikat (AS) untuk mendukung industri dalam negeri. AS disebut-sebut telah menginvestasikan $1 miliar atau Rp 16 triliun untuk kebutuhan pajak pada tahun 2023.

Informasi ini dipublikasikan oleh salah satu perusahaan riset, Center for Strategic and International Studies (CSIS). CSIS memperkirakan Tiongkok hanya menghabiskan sekitar $6,74 miliar antara tahun 2009 dan 2017. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat pada tahun 2018-2020 dan akan terus meningkat pada tahun 2021.

Meskipun angka-angka ini hanyalah perkiraan, CSIS mencatat bahwa pemerintah Tiongkok mempromosikan kendaraan listrik dengan berbagai cara.

Dana yang dikeluarkan pemerintah China akan digunakan untuk menurunkan harga dan membebaskan pajak penjualan, serta membiayai infrastruktur. Selain itu, pemerintah membeli kendaraan listrik untuk negara dan mendukung program penelitian dan pengembangan produsen mobil.

Read More : Turut Meriahkan BTV Semesta Berpesta 2025 di Palembang, FIFGROUP Tawarkan Promo Spesial

Tingkat dukungan sangat berbeda untuk setiap perusahaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meningkatkan belanjanya untuk program penelitian dan pengembangan.

Antara tahun 2009 dan 2017, pemerintah Tiongkok menghabiskan total $2 miliar. Pada tahun 2018, jumlah ini akan meningkat menjadi 3,6 miliar dolar dan pada tahun 2023 menjadi 4,3 miliar dolar.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *