Jakarta, Beritasatu.com – Pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia membuat banyak negara produsen kendaraan listrik beralih ke Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya. Negara produsen kendaraan listrik seperti China, Jepang, dan Korea Selatan (Selatan) sudah menjajaki bisnis kendaraan listrik di Indonesia.

Read More : 23 Pemain Timnas Indonesia vs Australia, Pratama Arhan Dicoret!

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan banyak negara yang berminat memasuki bisnis kendaraan listrik.

“Banyak pihak internasional yang datang ke kami (Kemenperin) untuk ikut serta dalam bisnis kendaraan listrik di Indonesia, antara lain Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan China,” kata Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional (SDP). ) Direktorat Jenderal Ketahanan Kawasan Industri Nasional dan Kawasan Akses Kementerian Perindustrian dikutip dari Antara, Sabtu (13/07/2024).

Menurut Roni, pemerintah gencar menggalakkan peluang investasi kendaraan listrik Indonesia, terutama pasca kebijakan impor Amerika Serikat (AS) yang menaikkan tarif impor kendaraan listrik asal China hingga 100%, serta diberlakukan oleh Eropa. Tarif 37% untuk impor dari Tiongkok.

Sebagai produsen utama kendaraan listrik, Tiongkok berencana membangun unit di negara lain, termasuk Turki dan Indonesia. Diketahui, banyak perusahaan China yang masuk ke Indonesia.

“China ingin langsung memproduksi mobil listrik dan motor listrik. Jepang akan melakukan survei bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengenai baterai kendaraan listrik, khususnya roda dua, agar nantinya bisa didaur ulang. Jepang hanya melakukan survei. dan belum memutuskan akan memulai perusahaan mana,” ujarnya. Kata Roni.

Nantinya, bersama Korea Selatan, Kementerian Perindustrian mendirikan pusat pemeriksaan atau sertifikasi baterai kendaraan listrik dengan Busan Techno Park. Taiwan terhubung dengan Global Value Chain (GVC), dimana Indonesia juga berperan.

Read More : Polresta Cilacap Bongkar Pabrik Oli Palsu, Omzet Ratusan Juta Per Bulan

“Kalau Taiwan mau masuk ke Indonesia, sudah membangun pabrik di Kawasan Industri Batam. Kita harapkan September bisa produksi dan mengundang Menteri Perindustrian untuk pembukaannya Agustus nanti,” kata Roni.

Pabrik terbawah mendaur ulang baterai listrik, menghancurkan baterai untuk mengekstraksi kobalt, litium, dan nikel, yang kemudian dijual ke perusahaan baterai listrik.

“Jadi untuk kendaraan listrik, Indonesia pemain besar di sana, khususnya untuk baterai kendaraan listrik,” tambah Roni.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *