Yogyakarta, Beritasatu.com – Menteri Buddow Santoso menyatakan keprihatinan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia rendah dan masih 3,3 %.
Read More : Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Dimulai Juli 2025
Ini sangat terbelakang dibandingkan dengan negara -negara tetangga. Faktanya, pada tahun 2045, sekitar 70 % populasi Indonesia didominasi oleh populasi usia produksi.
“Rasio wirausaha kami masih sangat rendah dan masih belum sebagus tetangga,” kata Santoso pada hari Sabtu (5/24/20).
Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Perdagangan akan bekerja dengan University of Garda Motor (UGM) untuk mendorong kewirausahaan di antara siswa. Suatu bentuk kolaborasi melalui digitalisasi toko kelontong dalam acara kuliah kehidupan nyata (KKN).
“Kami akan bekerja dengan UGM melalui kegiatan layanan masyarakat dan program kerja KKN adalah toko kelontong digital,” katanya.
Melalui program ini, siswa KKN dipinjam untuk menggunakan teknologi digital untuk pemilik makanan. Saya berharap teknologi dapat membantu pekerjaan pekerjaan kecil lebih efisien, termasuk manajemen inventaris dan kemudahan penggunaan bagi konsumen.
“Selain mengidentifikasi kebutuhan dan bantuan pedagang dan manajer di pasar rakyat, kami juga ingin meningkatkan pedagang dan digital kemampuan mereka,” tambah Menteri Perdagangan.
Read More : Sebagian Besar Saham Asia Melemah setelah Nasdaq Capai Rekor Tertinggi
UGM Sang Business Development Manager mengatakan UGM mendukung kemampuan siswa untuk meningkatkan dan siap memasuki dunia profesional dan pengusaha.
“Kami berharap dapat bekerja secara profesional dengan mengadopsi prinsip -prinsip pengusaha spiritual dan inovasi terbuka,” katanya.
Sementara itu, John Sarjono, CEO regional Bank Indonesia, menambahkan bahwa calon pengusaha menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya pengalaman, jaringan, mentalitas, literasi keuangan, kepemimpinan. Dia juga setuju untuk mendigitalkan toko makanan untuk meningkatkan tingkat pengusaha di Indonesia.