Jakarta, Beritasatu.com – Majalah The Times mendapat kritik dari banyak pengamat dan media otomotif karena memasukkan merek mobil Vietnam VinFast ke dalam daftar 100 perusahaan paling berpengaruh di dunia. Diketahui, Times pada Sabtu 1 Juni 2024 menerbitkan 100 perusahaan yang dinilai sebagai investasi dan inovasi terbaik tahun 2023.
Read More : Pemuda Asal Lebak Tewas Dikeroyok Oknum TNI, Keluarga Tuntut Keadilan
Dikutip dari Times, Senin (6/3/2024) Nama-nama perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut berasal dari berbagai industri, termasuk industri otomotif. Di antara perusahaan mobil yang masuk dalam daftar adalah Toyota, BMW, BYD dan VinFast.
Yang terkenal, Times mencantumkan VinFast dalam kategori “Pengganggu”. Kategori ini mencakup perusahaan yang diyakini mampu memberikan nilai lebih besar melalui inovasi baru dibandingkan perusahaan yang sudah mapan.
Namun pilihan tersebut mendapat kritik dari banyak pengamat dan media otomotif internasional. Carscoops melaporkan, pemilihan nama VinFast sebenarnya patut dipertanyakan karena beberapa perusahaan mobil terbesar dunia seperti Ford, General Motors, dan Tesla tidak ada dalam daftar.
“Jika kita berpikir tentang perusahaan mobil berpengaruh di dunia, tentu saja mereka terlintas dalam pikiran kita. Bukan nama baru yang bahkan bukan nama rumah tangga,” tulis Carscoops. Produsen otomotif Vietnam VinFast resmi meluncurkan kendaraan listrik setir kanan pertamanya untuk pasar Indonesia di Indonesia International Motor Show (IIMS) pada Kamis, 15 Februari 2024. – (Spesial/-)
VinFast disebut-sebut sedang berkembang pesat saat ini. Hal itu baru saja terjadi di tanah air mereka, Vietnam.
“Meskipun perusahaan ini mungkin penting di Vietnam, perusahaan ini tidak begitu terkenal atau berpengaruh di negara lain. Mobil mereka mendapat ulasan yang sangat buruk dan hanya tersedia di beberapa negara bagian,” jelas Carscoops.
Read More : Ditopang Kas US$ 1,2 Miliar, Likuiditas Chandra Asri Group Kokoh hingga Kuartal III/2024
Sementara itu, analis otomotif Carbuzz Michael Gauthier mengatakan VinFast tidak pantas masuk dalam daftar perusahaan berpengaruh. Pasalnya, penjualan mobil mereka masih sangat rendah.
Bahkan pekerjaan pembangunan yang mereka lakukan terus menemui kendala. Salah satunya adalah penghentian produksi mobil di pabrik North Carolina di AS.
“Produsen mobil lain dalam daftar ini lebih masuk akal karena menyertakan BYD, BMW, dan Toyota,” jelasnya.