Jakarta, Beritasatu.com – TikTok setuju untuk menghapus fitur pemberian hadiah, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa fitur tersebut dapat meningkatkan waktu menonton, terutama di kalangan anak-anak.

Read More : Pelumas Tak Lagi Soal Mesin, Kini Hadirkan Peluang Unik untuk Konsumen

Menurut AP, Selasa (6/8/2024), ini merupakan penyelesaian pertama penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital yang berlaku sejak Februari 2024 di 27 negara anggota Uni Eropa.

Undang-undang ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan online yang aman dan bertanggung jawab dengan mengatur platform digital utama.

โ€œFitur desain pada platform dengan efek adiktif merugikan penggunanya,โ€ kata komite eksekutif Uni Eropa.

Fitur ini melanggar Undang-Undang Layanan Digital tanpa pihak Tiktok sendiri yang mengakui komitmennya.

Read More : MWX Platform, Solusi AI Lokal yang Siap Ubah Cara Bisnis Bekerja

Masalahnya adalah TikTok Lite, versi aplikasi dengan bandwidth rendah yang diluncurkan di Spanyol dan Prancis. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memperoleh poin untuk aktivitas seperti mengikuti pembuat konten, menyukai konten, atau mengundang teman untuk bergabung dengan TikTok.

Poin dapat ditukarkan dengan kupon Amazon dan kartu hadiah PayPal. TikTok menyebut hadiah tersebut hanya diberikan kepada pengguna berusia 18 tahun ke atas. Pengguna dapat menonton video hingga satu jam per hari untuk mendapatkan reward setara dengan satu euro atau sekitar US$1,09.ย 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *