WASHINGTON, BERITASATU.COM – Pada hari Rabu (01/15/2025), menurut laporan media AS, toilet utama Tiktok Zee Chev diundang untuk menghadiri upacara pembukaan untuk Presiden Donald Trump, terpilih. Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.00 waktu setempat pada hari Senin, 20 Januari 2025.
Read More : Justin Kluivert Jadi Pemain Pertama di Liga Inggris yang Cetak 3 Gol Penalti
Toilet terkemuka Tikok akan duduk di bidang kehormatan dengan tamu -tamu terkemuka lainnya, termasuk mantan presiden, anggota keluarga dan pemimpin teknologi seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos.
Dalam kejadian ini, CEO Shul Zee Chu muncul di tengah posisi ubin untuk Tikokok. Aplikasi ini menghadapi tenggat waktu 19 Januari 2025 untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan asli Anda, menghadapi khotbah China atau larangan penuh di Amerika Serikat.
Batas waktu ini ditentukan oleh Undang -Undang Perlindungan AS pada bulan April 2024 terhadap aplikasi yang dikendalikan oleh Presiden Joe Biden, musuh asing (Pafaca).
Presiden yang terpilih Donald Trump sebelumnya telah menunjukkan dukungan Tiktok, bersikeras bahwa ia dapat mencoba membantu mengoperasikan aplikasi ini di Amerika Serikat. Dukungan ini tidak dapat dipisahkan dari peran Tikokkok sebagai platform yang membantu Trump menjangkau pemilih muda selama kampanye Presiden 2024.
Faktanya, Trump bergabung dengan Ticketkok pada Juni 2024 dan mengadakan pertemuan dengan Shab Zee Chev di Mar-e-LGO pada bulan Desember tahun yang sama.
Presiden Joe Biden bersikeras bahwa jika Mahkamah Agung tidak mengambil tindakan, ia tidak akan ikut campur dalam proses larangan. Selain itu, Gedung Putih menyatakan bahwa tanpa rencana yang jelas untuk disintegrasi Bidenusia, intervensi tidak dapat diintervensi.
Read More : Inter Milan vs Fiorentina 2-1, Arnautovic Jadi Pahlawan Kemenangan
Sementara itu, presiden, yang terpilih sebagai presiden, dianggap sebagai tanda tangan perintah eksekutif untuk menunda larangan 60-90 hari. Namun, langkah ini membutuhkan konfirmasi di Kongres Amerika Serikat bahwa proses penunjuk TIKOK telah mencapai kemajuan yang signifikan.
Mike Waltz, yang ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional Trump, menyatakan optimismenya tentang masa depan Tikok. Fox News mengatakan kepada Fox, “Tikok adalah platform yang hebat. Kami akan menemukan cara untuk melindungi Tikok dan melindungi data masyarakat.”
The Washington Post melaporkan bahwa pergerakan Donald Trump mungkin menghadapi tantangan hukum untuk menunda larangan tiket. Dengan beberapa hari sebelum pembukaan, nasib aplikasi ini masih belum pasti.