Surabaya, Beritasatu.com – Seorang ayah di Surabaya tega menganiaya putranya yang berusia 6 hari. Tindakan itu dilakukan karena ayah berinisial R (29) tidak terima jika bayi tersebut adalah darah dagingnya.
Read More : Pemkab Kediri Kukuhkan Ratusan Kampung Keluarga Berkualitas
Akibat penganiayaan tersebut, bayi tersebut mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Dalam rekaman video yang diperoleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana KPTA (DP3A PPKB) Surabaya, bayi tersebut mengalami luka lebam di bagian pipi kanan dan kiri.
Kepala Pelayanan DP3A PPKB Ida Vidaiti mengatakan, kasus ini terungkap setelah orang tua bayi tersebut melaporkan ke Kantor Kecamatan Kanjran dan meneruskannya ke DP3A PPKB.
โAwalnya kami mendapat laporan dari Camat Kanjran. Kemudian kami berangkat dan membawa korban ke RSUD Bayangkara Polda Jatim untuk diautopsi. Setelah itu baru kami sampaikan laporan ke Polda Jatim.โ Kepala Pelayanan DP3A PPKB Ida Vidaiti menjelaskan, Selasa (23/4/2024).
Ida Vidaiti mengatakan, R kali ini tidak melakukan penganiayaan saja. Sebelumnya, R sudah berkali-kali mencabuli ibu korban saat sedang hamil tujuh bulan.
Penganiayaan terjadi karena R menuding istrinya selingkuh. Bayi yang dikandungnya bukanlah darah dagingnya. Sejak saat itu, R kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya yang berlanjut hingga kelahiran putranya.
Ia berkata: โPenjahat ini tidak mengakui bahwa bayi tersebut adalah anaknya. Mengingat ibunya sedang hamil tujuh bulan, suaminya telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Bayinya yang berusia enam hari ditampar di pipi kanan dan kiri. Malah bayinya dilempar ke kasur (keranjang tidur),โ kata Aida.
Read More : Tabrakan Beruntun di Jalan Tol KM 481 Semarang-Solo, Berawal dari Kecelakaan Tunggal
Bayi tersebut kini menjalani rawat jalan di RS Polri Bayankara, Jawa Timur. Untungnya, bayi tersebut tidak mengalami luka serius atau luka dalam.
Alhamdulillah, bayinya tidak mengalami luka serius, hanya memar di bagian pipi. Saat ini kami terus memantau tumbuh kembang bayi tersebut, jelas Aida.
Kasus penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polda Jatim. Sementara itu, pemeriksaan di Polda Jatim masih terus dilakukan terkait hal ini.