Jakarta, Beritasatu.com – Ganda Indonesia Fabriana Dwipuji Kusuma/Amalia Kahaya Pratiwi menyoroti keberhasilan mereka mengalahkan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun di perempat final Thailand Open karena semua yang mereka rencanakan menjadi kenyataan di lapangan.

Read More : Apa Itu Tarif Impor? Bisa Pengaruhi Ekonomi Negara, Ini Penjelasannya

Fabriana/Amalia mengalahkan pasangan Taiwan 21-16, 21-12 dalam laga di Stadion Nimibutra Bangkok, Thailand, Jumat (17/5/2024). Ganda putri peringkat 18 itu menghentikan Chang/Yang dalam waktu 45 menit.

Ini sekaligus menjadi kemenangan ketiga atas tim ganda peringkat 37 bagi Fabriano/Ammalia. Pada laga sebelumnya babak 32 besar Thailand Masters 2024, Fabriana/Ammalia juga menang 21-13, 21-11.

Fabriana bersyukur bisa bermain bagus melawan Chang/Yang sehingga bisa meraih kemenangan. “Apa yang dipersiapkan sejak awal bisa ditampilkan di lapangan. “Kami bisa bermain dengan nyaman,” kata Fabriana.

Pada laga semifinal, pasangan Indonesia akan menghadapi Rin Iwanaga/Ki Nakanishi. Pasangan Jepang itu masuk empat besar setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, unggulan kedelapan Lakshik Kanlah/Fathimas Muenwong, 24-22, 21-15.

“Tentunya butuh pemulihan maksimal untuk menghadapi laga semifinal besok dengan bola-bola berat.” Kami akan istirahat dan makan makanan enak. “Kami juga sedang mempersiapkan pertandingan apa yang ingin kami mainkan besok,” kata Fabriana lagi.

Menurut penduduk asli Jemberová, pasangan Jepang adalah pemain ganda yang ulet. Ia memiliki pertahanan dan kekuatan yang kuat, sehingga mereka harus bermain sabar melawan Amalia.

Read More : Dahsyatnya Hari Kiamat, Apa Saja yang Akan Terjadi?

Sementara itu, Amalia merasa senang karena berhasil menjadi juara dan juga mencapai babak semifinal. “Prestasi ini merupakan semifinal pertama kami di level Super 500. Peluang yang ada kami manfaatkan dan manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kendati demikian, menurut Amalie, mereka belum boleh puas hingga babak perempat final. Laga semifinal juga akan dilangsungkan besok yang tentunya lebih sulit dibandingkan hari ini.

“Lawan duo Jepang sangat kuat dan mereka tidak akan mati dengan mudah sendirian. Kami tidak bisa terburu-buru menutupnya besok. Kita perlu merancang pola permainan yang berada di luar zona nyaman lawan. Tentu siap berprestasi, kata pemain kelahiran Sukahorjo itu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *