JAKARTA, Beritasatu.com – Pebulutangkis putra Indonesia Jonathan Christie harus mundur dari Olimpiade Paris 2024, 18-. 21 dan 12-21.
Read More : Undian Piala Asia U-20, Indonesia Berada di Pot 3
Jojo mengaku kecewa gagal melanjutkan keinginan meraih medali Olimpiade. Memang, sebagai peraih medali emas Asian Games 2018, Jojo menjadi salah satu pilar Indonesia dalam meneruskan tradisi emas bulutangkis Olimpiade.
“Perasaan saya masih campur aduk, belum bisa diungkapkan,” kata JoJo dalam keterangan PBSI, Rabu (31/7/2024).
Pada pertandingan melawan Lakshya Sen, Jojo mengaku mengawali pertandingan dengan baik. Namun Jojo kehilangan poin di saat krusial dan mengakhiri pertandingan dengan skor 18-21.
“Saya memulai pertandingan ini dengan baik, tetapi setelah beberapa poin saya kehilangan kesabaran dan dia berhasil menyamakan kedudukan,” kata Jonathan.
“Saat skor imbang, kesalahan saya di poin-poin terakhir game pertama sangat penting,” tambahnya.
Pada gim kedua, juara All England 2024 itu mendapat tekanan dari tunggal India. Jojo akhirnya kalah 12-21.
Read More : Emil Ajak Gen Z untuk Jadi Pelaku Gig Economy dalam Persaingan Digital Ekonomi
“Dia sangat percaya diri di game kedua. Saya coba berani lebih menekan, tapi berkali-kali tembakan saya melebar,” kata Jojo.
Kekalahan Laksh Sen membuat Anthony Sinisuka dari Indonesia tinggal bersama Ginting di nomor tunggal putra. Ginting akan menghadapi tuan rumah Toma Popov Jr pada laga di Porte de la Chapelle Paris, Rabu (31/7/2024) sekitar pukul 21.30 WIB.
Peraih medali emas Olimpiade terakhir Indonesia di tunggal putra adalah Tawfik Hidayat di Olimpiade Athena 2004, disusul peraih medali perunggu tunggal putra terbaik Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 2004, dan Anthony Osinics di Olimpiade 2008.