Jakarta, Beritasatu.com – Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah Umumnya penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun pada beberapa kasus, tandanya mungkin muncul di wajah atau mata.

Read More : Tak Mau Lapor Balik Agus ke Polisi, Pratiwi Noviyanthi: Aku Ingin Dia Bisa Melihat Lagi

Beberapa tanda yang harus diwaspadai antara lain peningkatan lemak darah, nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, dan pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, atau kaki.

Dr.

Ia menyatakan, bercak kekuningan pada kulit, terutama di sekitar kelopak mata, disebut dengan xanthelasma. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kolesterol dan seringkali merupakan tanda kadar kolesterol darah tinggi.

Meski umumnya tidak berbahaya, keberadaan xanthelasma mungkin mengindikasikan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

Selain itu, perubahan di sekitar tepi kornea berupa cincin berwarna putih atau abu-abu yang disebut arcus senilis juga bisa menjadi tanda kolesterol tinggi, terutama pada orang di bawah usia 45 tahun.

Read More : Becermin Kasus Agus Buntung, Ini 8 Alasan Perempuan Mudah Dimanipulasi

Seperti arcus senilis, keratoconus biasanya terlihat pada orang di bawah 40 tahun sebagai cincin putih atau abu-abu yang mengelilingi kornea, dan juga dapat menunjukkan kadar kolesterol tinggi.

Tanda kolesterol tinggi lainnya adalah perubahan warna kulit menjadi kekuningan atau xanthoderma yang disebabkan oleh hiperlipidemia, khususnya kelebihan lipid dalam darah.

Tanda ini sering muncul di wajah dan sekitar mata. Penumpukan kolesterol tinggi pada lapisan kulit menyebabkan perubahan warna tersebut. Meski hal ini tidak selalu merupakan tanda kolesterol tinggi dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencegah penumpukan dalam jangka panjang.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *