Jakarta, Beritasatu – Pada Senin (18/11/2024) malam, penyidik Kejaksaan Agung (Kezagung) menangkap Hendrie Lee di Bandara Songarno-Hatta Tangerang. Manajer Sreejay Air merupakan salah satu dari 23 tersangka kasus korupsi terkait izin usaha pertambangan (IUP) perdagangan bahan timah PT Timah Tbk tahun 2015-2022.
Read More : BBM Langka di Bengkulu, Gubernur Helmi Minta Pertamina Tambah Kuota
Sejak April 2024, Hendry Lee ditetapkan sebagai tersangka penipuan seng. Pria asal Pangkalpinang, Belitung, Bengal ini diduga merupakan pemilik manfaat PT Tinindo Inter Nusa (TIN), perusahaan pemurnian timah yang terkait dengan PT Timino TB. .
Pada Maret 2024, Kejaksaan Agung mengumumkan kepada publik penyidikan dugaan korupsi sistem tata niaga produk timah di lokasi IUP PT Timah Tbk. 23 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam operasi penambangan liar di lokasi IUP PT Timah selama periode 2015-2022.
Perusahaan boneka dibentuk dengan bantuan PT Tima untuk melegalkan aktivitas pertambangan Mereka bertanggung jawab atas proyek ini. diterima dan diperkirakan merugikan pemerintah sebesar Rp 300 triliun.
Dalam jumpa pers di Gedung Kejagung Jakarta, Rabu (29), Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, “Hasil perhitungan kasus timah ini mengejutkan, yang kami perkirakan Rp 272 triliun dan sudah mencapai sekitar Rp 300 triliun.” /5/2024)
Read More : Jelang Hari Kartini, Penyewaan Pakaian Adat di Boyolali Banjir Pesanan
Berikut 23 orang yang ditetapkan Jaksa Agung sebagai tersangka kasus korupsi sistem tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah Tbk 2015-2022: Perusahaan pertambangan PT Suvito Gunawan (SG) SIP di Pangkalpinang, Banga Belitung MB Gunawan (MBG), Direktur P.T.T.P. Tjhie (HT), Chief Executive Officer CV VIPKwang Yung alias U Buyung (BY), Mantan Komisaris CV VIPAchmad Albani (AA), CV Mining Operations VIPRobert Indarto (RI), Chief Executive Officer PT SBSRosalina (RL), Umum -PT Manajer TINSSuparta (SP), Direktur Utama PT RBTReza Andriansyah (RA), Direktur Pengembangan Bisnis PT RBTMochtar Reza Pahlavi Tabrani (MRPT), Direktur Utama PT Timah 2016-2011 Emil Ermindra (EE), Direktur Keuangan PT Timah 2017-2018 Alwin Akbar (ALW), mantan Direktur Operasi PT QSE dan Manajer Pengembangan Bisnis Harvey Ditunjuk sebagai PIK Kaya PT QSE Moise (HM), perpanjangan tangan dari PT RBT Hendry lie (HL), bermanfaat Owner Pty Tin Fundi Lie (FL), Marketing Pty Tin dan Putra Saudara Hendri Lisuranto Waibo (SW), Kepala Dinas ESDM Banga Belitung 2015-2019 Rasbani (BN), Pelaksana Pelayanan ESDM Bangla Belitung Amir Sihbana (AS) di kantor Kementerian Mineral dan Dirjen Batubara Banga Belitung Dinas ESDM Bambang Gatot Ariono Kunci Energi dan Sumber Daya Mineral 2015-2022. Dhoni Tamsil alias Akhi (TT) Ketua Pelaksana Bengal Belitung diduga menghalangi penyidikan dinas ESDM;