Bogor, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Matthias Korman, di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28 Mei 2024). Menteri Koordinator Perekonomian Airlanga Hartarto mengatakan pertemuan antara Jokowi dan Sekretaris Jenderal OECD Matthias Cormann merupakan pertemuan lanjutan pembahasan aksesi Indonesia ke OECD.

Read More : Amankan Pengacara yang Menyusup, 3 Sekuriti Gedung di Setiabudi Jadi Tersangka

Melalui keterangan tertulis, Selasa (28 Mei 2024), ia mengatakan, “Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua antara Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal OECD Matthias Korman mengenai proses aksesi Indonesia, dengan pertemuan pertama dilakukan pada Agustus 2023.” dikatakan.

“Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memberikan informasi terkini mengenai proses aksesi dan langkah-langkah yang harus diambil pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Selain bertemu dengan Jokowi, Airlanga mengatakan Corman juga bertemu dengan presiden terpilih Pemilu 2024, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR Puan Maharani, tim aksesi negara OECD, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta perwakilan Indonesia. . Asosiasi Pengusaha (Apindo).

Sekretaris Jenderal Matthias Cormann bertemu dengan Presiden terpilih, Menteri Pertahanan, Ketua DPR, pimpinan DPR, tim aksesi negara OECD, Kadin dan Apindo serta mengadakan lokakarya teknis proses aksesi OECD. Kementerian/Lembaga,” imbuhnya.

Airlangga menjelaskan, Jokowi menandatangani Keputusan Presiden tentang Tim Nasional (Kepres) dan mempercepat aksesi Indonesia ke OECD. Menurutnya, Indonesia siap menjadi anggota OECD dalam waktu tiga tahun melalui diplomasi antara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulian dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsud.

Read More : Tragedi Air India: Investigasi Fokus ke Sakelar Bahan Bakar

“Seperti diketahui, Presiden telah mengeluarkan Perpres tentang persiapan dan percepatan aksesi Indonesia ke OECD. Kita tahu, dengan bantuan Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri, Indonesia siap memasuki tahun ketiga keanggotaannya di OECD,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih atas resminya Indonesia menjadi anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Jokowi mengatakan, keanggotaan Indonesia di OECD dapat mendongkrak investasi dan institusi internasional.

“Pemerintah sangat mementingkan penerimaan Indonesia sebagai anggota OECD. Hal ini sangat penting karena organisasi ini diperuntukkan bagi negara-negara maju. Kami yakin keanggotaan Indonesia akan bermanfaat bagi masyarakat kita dan memberikan akses terhadap investasi dan lembaga internasional. Kami berharap dapat memfasilitasi ini,” kata Jokowi, Selasa (14 Mei 2024) di Kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *