Gorontalo, Beritasatu.com – Banjir terus menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Tak hanya rumah, banjir juga merendam puluhan sekolah. Situasi ini membuat pemerintah memecat para pelajar tersebut.

Read More : Final Copa America 2024, Lionel Messi Berharap Magis Di Maria Cetak Gol di Partai Puncak

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, sebanyak 44 sekolah terdampak banjir di enam kecamatan, yakni Kecamatan Telango, Telga Jaya, Tabongo, Limboto, Limboto Barat, dan Dungalio. Jumlah tersebut meliputi 19 SD, 22 PAUD-TK, dan 3 SMP.

Sebagian besar sekolah yang terkena dampak berada di distrik Telango, yang merupakan wilayah terparah akibat banjir.

Bahkan beberapa sekolah yang tidak terkena dampak serius dimanfaatkan warga untuk mengungsi. Ruang kelas dan ruang staf juga digantikan oleh pengungsi.

Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo Harris Tome mengatakan, pemerintah setempat menutup sekolah-sekolah yang hanya terdampak banjir atau dijadikan lokasi pengungsian. Sementara itu, sekolah-sekolah yang tidak terdampak tetap beroperasi seperti biasa.

“Sekolah yang terkena dampak banjir Danau Limboto dan sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian ditutup sementara. Siswa ditutup sampai masa bantuan darurat berakhir. “Untuk sekolah yang masih terendam banjir, rencananya akan dipindahkan ke sekolah lain yang tidak terdampak,” kata Harris Tome, Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Senin (15/7/2024).

Orang tua dan siswa pun memilih berlindung di sekolah. Karena tidak punya tempat tujuan lagi, sebagian besar warga mengungsi di sekolah.

Read More : Diduga Dibuang, Penemuan Bayi Hidup dalam Kardus Gegerkan Padalarang

“Saya belum masuk sekolah karena ada banjir, sekolah masih libur. Sepatu sekolah saya hanyut dan seragam sekolah saya terendam banjir. Saat ini saya berlindung di sekolah, saya hampir sampai. minggu,” kata Armaan Ano, salah satu siswa SMP Muhammadiyah Tilango.

Para orang tua siswa berharap para siswanya mendapat bantuan dari pemerintah berupa seragam sekolah, karena pakaian mereka tersapu banjir.

Sejak Senin sore (15/7/2024), air banjir mulai surut di beberapa kecamatan. Dari 11 kecamatan, tersisa 7 kecamatan yang terdampak banjir. Di antaranya, Kecamatan Telango yang paling terdampak dan ketinggian air masih mencapai dua meter.

Tujuh kecamatan di Kabupaten Gorontalo masih terendam air yaitu Kecamatan Limboto, Kecamatan Tabongo, Kecamatan Tilango, Kecamatan Telga Jaya, Kecamatan Limboto Barat, Kecamatan Dungalio dan Kecamatan Telga Biru.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *