Jakarta, Beritasatu.com – PT Integration Network Ecosystem (IJE) atau Weave, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) atau WIFI.JK resmi mendaftarkan penerbitan obligasi perdana senilai Rp 600 miliar. IJE menjadi perusahaan kedua yang mencatatkan obligasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Read More : Bertahan di Zona Hijau, IHSG Hari Ini Ditutup Bertambah 43 Poin

Direktur Utama IJE Hermansjah Haryono mengatakan, dana yang diperoleh melalui penerbitan obligasi ini terutama akan digunakan untuk belanja modal (capex) yang diperlukan untuk memanfaatkan dan meraih peluang yang ada di pasar saat ini. Sementara sebagian kecilnya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan.

“Saat ini, penetrasi fixed broadband hanya menyumbang sekitar 25% dari layanan internet yang disalurkan ke rumah-rumah. “Nah, ini peluang yang sangat besar bagi perseroan untuk menjadi pemain utama, menyediakan konektivitas yang andal dan sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Hermansjah Haryono pada acara perdana pencatatan obligasi IJE di Main Hall BEI, Jakarta Selatan pada Jumat. Jumat. . (05/07/2024).  

Menurut Hermansjah, sejak didirikan pada tahun 2018, IJE memiliki visi untuk menciptakan jaringan konektivitas yang andal, terjangkau, dan menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi yang berkualitas.

Saat ini, perseroan telah membangun dan mengoperasikan infrastruktur backbone serat optik berkapasitas tinggi sepanjang 7.000 km, yang segmen utamanya berada di sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa.

“Perusahaan bekerja sama dengan PT KAI untuk menciptakan ekosistem digital yang saling menguntungkan yang diharapkan dapat menyediakan konektivitas internet yang andal dan terjangkau bagi 25 juta perumahan di sekitar jalur kereta api itu sendiri, yang akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat hingga sejumlah emas. koneksi. Indonesia di masa depan,” jelasnya.

Read More : Wamentan Sudaryono Soal Transformasi Bulog: Akan Jadi Badan yang Menstabilkan Harga Pangan

Perusahaan juga telah berinvestasi dalam penyediaan bandwidth berkapasitas tinggi hingga 64.000 GB per detik untuk mendukung operasional dan pengembangan layanan seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan Internet of Things (IOT) yang membutuhkan jaringan besar dan cepat. streaming dan bahkan konektivitas yang terjangkau di masa depan.

Perusahaan juga telah membangun dan mengoperasikan 54 edge data center (EDC) yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa dan telah digunakan oleh banyak pemangku kepentingan, salah satunya sebagai penyedia cloud khusus untuk solusi jaringan pengiriman konten.

“Kami terus melakukan persiapan untuk memenuhi potensi peningkatan kebutuhan konektivitas di Indonesia di masa depan,” tutupnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *