Jakarta, Komite Rumah Beritasatu.com I Mayor Hasanuddin, anggota Jenderal TNI (Rit.), Menyoroti praktik-praktik petugas imigrasi suap di Bandara Internasional Socrao-Hatta. Ini bukan hanya pelanggaran hukum biasa, tetapi kejahatan terhadap keamanan nasional.
Read More : Heboh! Wasit Peru Tendang Wajah Pelatih Sambil Beri Kartu Merah
Pernyataan itu terungkap setelah kedutaan Republik Rakyat Tiongkok (Kedutaan Besar Cina) di Indonesia. Ini termasuk surat ke beberapa lembaga pemerintah, termasuk Biro Imigrasi, yang dikaitkan dengan dugaan teror sipil oleh petugas imigrasi bandara.
Pada 21 Januari 2025, sebuah surat tanggal mengungkapkan bahwa beberapa orang Cina telah menjadi korban ketakutan saat lulus tes di Bandara Internasional Jakarta (Socron-Hatta).
TB Hasanuddin mengklaim bahwa petugas imigrasi adalah penjaga depan untuk mempertahankan perbatasan negara. Jika benar bahwa praktik suap hadir di pintu imigrasi, itu sangat berbahaya bagi keamanan nasional.
“Imigrasi adalah gerbang terpenting dari perbatasan negara kita dengan negara lain. Tugasnya bukan masalah hukum selama kunjungan kita atau bukan ancaman bagi bangsa.”
Selain merusak citra Indonesia di dunia internasional, ia menganggap praktik penyuapan di bandara sebagai kejahatan serius. “Ini bukan kejahatan sederhana, ini adalah kejahatan terhadap keamanan nasional,” katanya.
Read More : Waspada, Gunung Merapi Terus Luncurkan Guguran Awan Panas ke Barat Daya
TB Hasanuddin meminta petugas penegak hukum untuk segera menyelidiki dugaan penyuapan ini. Dia berkata, “Pemerintah harus menyelidiki keluhan penyuapan yang mencurigakan dengan jelas dan jelas.
Sementara itu, kedutaan Cina mengungkapkan pada tahun 2024 bahwa mereka telah memproses 44 kasus pemulihan atau penyuapan paksa oleh petugas imigrasi di Bandara Soklong Hatta, Indonesia. Namun, kedutaan Cina mengatakan jumlah itu hanya sebagian kecil dari insiden yang benar -benar terjadi, karena banyak warganya enggan melaporkan karena kurangnya waktu atau ditakuti untuk mendapatkan jawaban saat memasuki Indonesia.