Gunung Putri, Beraritasatu.com – Pertarungan Persita Taner vs PSIS berujung tawuran, empat orang luka-luka.

Read More : Ekonomi Indonesia Disengat Sentimen Global, Pemerintah Diharapkan Longgarkan Regulasi

Kapolres Bogor Akbp Rio Wuhyu Angore mengatakan, awal mula terjadinya kekacauan di Stadion Semang Semain.

“Kekacauan antara suporter PSIS Semangarang dan Persita Pelitan berusaha masuk ke Sydium Pekansari”, AKBP Rio Wuhyu.com, Minggu (12/1/2025).

Akbp Rio mengatakan, saat itu Psis Semangarang dilarang membawa suporter dan rombongan keluar Stadion Tolansari menuju tol.

“Dari Stadion Pakatansari kami keluarkan, karena aturan suporter PSI Semangarang tidak boleh mengawasi jalan ke jalan,” ujarnya.

Setelah dibebaskan, lanjut AKBP RIO, ternyata di KM 21 mereka singgah di tempat persembahan makanan.

“Ternyata mereka singgah di Km 21 karena menunggu persediaan makanan dan masih sesuai dengan teman mana yang mereka jalin,” ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, jumlah suporter yang diamankan Polres Bogor 105 orang dan empat orang diantaranya mengalami luka-luka.

Read More : 4 Bulan Jalan dan Rumah Terendam Banjir, Warga Depok Pasang Spanduk “Jalan Ini Sudah Mati”

“Ada 105 orang dan empat korban luka-luka, salah satunya luka di kepala yang kami bawa pulang ke anggota kami,” ujarnya.

Sementara itu, sopir bus Trusterder PSIS Semangran, Sigit Dwi Wicaksonon mengakui, menunggu makanan di Km 21 untuk istirahat sekitar pukul 16.00. Namun, ia tiba-tiba diserang dari belakang oleh pendukung Persite.

“Kami menunggu makanan di kawasan yang ditinggalkan tiba-tiba diserang bus, setelah melakukan penyerangan begitu mereka berangkat,” ujarnya.

Sigit menuturkan, bus yang membawa penyerangan berjumlah tiga bus.

“Mereka menggunakan tiga bus untuk menyerang karena ada perkelahian dan saya tolak untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *