Jakarta, Beritasatu.com – Tas yang dimiliki oleh manajer Asosiasi Badminton Badminton, All In Indonesia (PBSI) di Olimpiade 2024, Armand Darmagi, telah hilang di Paris. Tas yang berisi uang digunakan untuk instruksi, kartu kredit, dan paspor.

Read More : Vadel Badjideh Ditahan, Keluarga: Lebaran 2025 Membekas di Hati Kami

Menurut pr & media tim ad hoc Paris 2024 PBSI Yuni Kartika, pencuri meledakkan ban dan mengatakan bahwa ban mobil Puspa Irawati Shendy, yang bersama Armand untuk membeli kebutuhan tim.

Kemudian Shendi memberi tahu Armand Darmadzhi. Armand segera turun untuk memeriksa ban. Setelah itu, Armand Darmadzhi bergegas menelepon perusahaan penyewaan mobil untuk melaporkan ini, sementara Shendi pergi ke toko.

Pada saat itu, perusahaan bergulir meminta alamat lengkap Armand. Dari kurangnya pemahaman, Armand berbicara kepada polisi, sekitar 3 meter di belakang pejabat Indonesia dari tim bulutangkis. “Ketika dia kembali ke mobil, tas itu menghilang,” kata Unjuni pada hari Selasa (8/8/2024).

Selain itu, Armand mengumumkan insiden di Kedutaan Besar Indonesia di Paris dan menerima bantuan maksimum dari pekerja kedutaan Indonesia di Paris dan polisi setempat.

Pencurian Armand Darmadzhi terjadi di Paris, Prancis, pada hari Senin (5/8/2024) sekitar pukul 17:30 waktu setempat.

Read More : Survei LPI: Budi Gunawan, Wahyu Sakti Trenggono, dan Sri Mulyani Jadi 3 Menteri Terbaik Prabowo-Gibran

Menurut UNI, kembalinya tim bulutangkis ke Indonesia tidak dilanggar dan dilanjutkan sebagai rencana awal. Tim Indonesia akan kembali pada 7 Agustus 2024, kecuali untuk Gregoria Mariska Tongjung.

“Gregoria akan kembali ke Indonesia pada 9 Agustus 2024, karena masih mendukung beberapa program dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC) di Paris,” kata Yuni.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *