Jakarta, prestasikaryamandiri.co.id – Keputusan Komisi Eropa yang mengenakan pajak sebesar 38% pada mobil listrik asal China menuai kemarahan para pelaku industri otomotif. Hal ini disebut berdampak buruk bagi produsen mobil Jerman seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen.

Arena EV melaporkan pada Selasa (18/6/2024) bahwa dampak negatif tarif baru ini disebabkan produsen mobil menemukan pasar yang menguntungkan di China.

CEO BMW Oliver Zipsey mengatakan tindakan proteksionis UE akan mengarah pada perang dagang dan merugikan kepentingan perusahaan dan Eropa.

Sementara itu, CEO Mercedes Ola Kallenius juga menyampaikan sentimen serupa, menekankan perlunya perdagangan terbuka dan kerja sama dibandingkan hambatan.

Sementara itu, Volkswagen mempertanyakan waktu pengambilan keputusan Komisi Eropa, dengan menunjuk pada lemahnya permintaan mobil listrik bertenaga baterai di Eropa saat ini.

Komisi Eropa melihat tarif baru ini sebagai respons terhadap subsidi besar yang dinikmati oleh produsen mobil Tiongkok.

Namun, langkah tersebut dikritik oleh Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA). VDA percaya bahwa pemberlakuan tarif baru akan semakin merugikan industri mobil Eropa. Pabrikan Barat seperti Tesla, BMW, Volvo dan Renault Dacia, yang semuanya mengekspor kendaraan listrik buatan Tiongkok ke Eropa, juga akan terkena dampaknya.

Dampaknya bisa berupa biaya tambahan sebesar miliaran euro bagi perusahaan yang menghadapi permintaan yang lebih lambat dan harga yang lebih rendah di pasar domestik.

Wakil Kepala Eksekutif Volvo Björn Envall memperingatkan bahwa biaya tambahan pada akhirnya akan dirasakan konsumen, sehingga membuat mobil listrik menjadi lebih mahal.

Volvo sangat menganjurkan kembalinya perdagangan bebas, seperti yang selalu terjadi, dan berpendapat bahwa tarif baru dapat menghambat hal ini. Meskipun keputusan UE dimaksudkan untuk melindungi industri mobil listrik dari masuknya model mobil listrik Tiongkok yang lebih murah, dampak langsung dari tarif tersebut akan minimal.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *