Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom Institute of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus mengatakan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen cukup ambisius, namun secara teknis atau berdasarkan perhitungan di atas kertas, hal tersebut sebenarnya bisa tercapai pemerintah daerah (Pemda) didukung.

Read More : KNKT Mulai Investigasi Jatuhnya Pesawat SAM Air di Gorontalo

Misalnya bagaimana pemimpin daerah terpilih bisa menciptakan kebijakan yang ramah investasi, jelas Ahmed Heri Firdous dalam Investor Daily Talk IDTV, Kamis (28/11/2024).

Dengan kebijakan yang ramah investasi, setiap daerah berpotensi menarik investor besar sehingga dapat lebih mendukung industrialisasi di tingkat nasional, kata Ahmed.

Oleh karena itu, pelaksanaan investasi pada sektor-sektor tersebut berperan penting dalam mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 8 persen.

โ€œKalau kita lihat pertumbuhan tahun 2024 tidak boleh turun lebih dari 5 persen, dan tahun 2025 kita harus betul-betul akselerasi. Bahkan di atas 6 persen,โ€ ujarnya.

Read More : Akhir Pekan, Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan mulai Siang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartarto mengatakan, pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bukanlah hal yang mustahil. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Presiden (Prabovo Subianto) telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029, bahkan 8,2 persen pada tahun 1995. Rabu (30/10/2024) Festival Ekonomi Syariah (ISEF) di Jakarta Convention Center.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *