Jakarta, Beritasatu.com – Akses ke area pelabuhan utama Tanjung, Jakarta utara, masih merupakan gabus yang serius. Pada hari Jumat (14.04.2025), ratusan kontainer masih terperangkap dalam kemacetan lalu lintas yang panjang.
Read More : Piala AFF U-19 Indonesia vs Kamboja: Indra Sjafri Ceritakan Sulitnya Raih Kemenangan
Kepadatan gerakan ini mengalir dari hari Rabu (16/16/2025) karena koleksi pengisian dan pembongkaran di pelabuhan terbesar di Indonesia.
Salah satu pengemudi truk, Yusman, 53, mengklaim bahwa itu ditutup tiga jam dari 04.00 WIB dekat Jalan Yos Suddarso ke pintu keluar Kon Bawang. “Karena Cawang solid di bagian dalam korban, dia bahkan tidak bergerak keluar,” keluhnya.
Yusman dan pengemudi lain terpaksa mematikan mesin truk untuk menghemat bahan bakar, menunggu belokan yang tidak pernah bergerak ketika gambar Tanjung benar -benar penuh. Menurut rekan -rekannya, beberapa pengemudi bahkan terperangkap sampai 6 jam.
Kinerja ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kendaraan yang memasuki area pelabuhan utama Tanjung, yang biasanya berhasil menampung hanya sekitar 2500 truk, sementara jumlah kendaraan mencapai lebih dari 4.000 buah.
Read More : Fakta-fakta Kecelakaan Pesawat Komersial American Airlines dan Helikopter di AS
Selain kerusakan pengemudi, emboli juga mempengaruhi komunitas komunitas di sekitar jalan. Yusman berharap bahwa pihak berwenang akan segera campur tangan untuk mengatasi masalah ini.
“Saya berharap lebih banyak kemacetan di masa depan, karena sangat berbahaya bagi banyak pihak,” ia berharap ini terkait dengan kemacetan lalu lintas yang serius.