New York, Beritasatu.com – Beberapa warga New York dan New Jersey menyaksikan kejadian tak biasa pada Selasa (16/7/2024) – ledakan meteor di atas kota. Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan pada Kamis (18/7/2024) bahwa mereka belum melacak meteor kecil yang berada sangat jauh dari Bumi.

Read More : Presiden Prabowo Apresiasi Sejarah Panjang Hubungan Indonesia-India sejak Zaman Kuno

Para pejabat mengatakan meteor kecil menjadi penyebab kebakaran besar yang melanda Kota New York pada hari Selasa.

Fenomena astronomi ini pertama kali terlihat 49 mil di atas Upper Bay di Pelabuhan New York dan bergerak ke barat menuju New Jersey dengan kecepatan 38.000 kaki per jam, pertama kali melewati Patung Liberty, yang membentang 29 mil di atas tengah kota Manhattan.

Para saksi menggambarkan melihat bola api, mendengar ledakan dan merasakan adanya gerakan antara pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat.

Bill Cook dari Kantor Lingkungan Meteorit NASA mengatakan belum jelas apakah suara ledakan tersebut terkait dengan meteor atau disebabkan oleh operasi militer yang terjadi di New Jersey pada waktu yang bersamaan. Namun, ia menambahkan, kejadian tersebut merupakan kejadian yang tidak biasa.

“Apa pun yang bergerak cepat akan terbakar,” kata Cook. 

“Anda memperkirakan akan melihat meteor pada malam hari, bukan pada siang hari, jadi kebakaran ini jarang terjadi pada siang hari,” katanya.

Meski belum ada meteorit yang tercatat, namun meteorit tersebut telah menyebabkan orang menatap ke arah yang dilaluinya.

Read More : Abdul Ghani Kasuba Jadi Tersangka TPPU

Judah Bergman, yang melihat meteor tersebut dari kantornya di Lakewood, New Jersey, berkata: “Itu terjadi dalam waktu yang lama, sangat cepat. 

“Itu tampak seperti tongkat panjang yang terbakar atau sesuatu yang terbakar dan terbang di langit.”

Meteor itu bahkan tidak ada dalam radar NASA pada awalnya, menurut badan tersebut. “Kami sedang melacak asteroid yang dapat membahayakan penghuni bumi, namun batu-batu kecil seperti yang menciptakan bola api ini, yang lebarnya hanya sekitar satu kaki, tidak dapat bertahan hidup di Bumi,” kata NASA dalam sebuah pernyataan. 

“Kami tidak bisa benar-benar melacak benda sekecil ini dari Bumi, jadi satu-satunya saat kami mengetahuinya adalah ketika benda tersebut menabrak atmosfer dan menghasilkan meteor atau bola api,” jelas NASA.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *