Jakarta, Beritasatu.com – Liga Champions – Turnamen sepak bola Eropa paling terkenal di Eropa, yang bergabung dengan klub elit dengan pemain terbaik di dunia. Kompetisi ini dimulai dengan fase kejuaraan yang terdiri dari 36 tim yang berbeda dari formulir sebelumnya, di mana hanya 32 tim dalam tim yang berpartisipasi.
Read More : Pakai Narkoba, 3 ASN Maluku Utara Diciduk Polda Metro Jaya
Namun, tidak semua klub di Liga Champions dapat segera bersaing karena mereka menerapkan beberapa persyaratan ketat yang perlu dipenuhi. Peraturan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pencapaian di Liga Internal, kepatuhan dengan aturan keuangan UEFA, dalam infrastruktur dan manajemen klub.
Tim dari liga Eropa terbaik memiliki cara yang lebih mudah untuk memasuki panggung tim, sementara klub dari kejuaraan peringkat yang lebih rendah harus terlebih dahulu melalui putaran kualifikasi.
Referensi dari halaman UEFA, berikut adalah beberapa kondisi yang menentukan bahwa tim dapat melamar untuk Liga Champions. Persyaratan untuk melintasi Liga Champions. Dapatkan tempat utama di Kejuaraan Dalam
Untuk dapat bermain di Liga Champions, tim harus mencapai pencapaian tinggi di liga internalnya. UEFA telah menginstal sistem sistem yang menentukan jumlah perintah dari setiap kejuaraan yang berhak untuk dijalankan di turnamen ini.
Kejuaraan terbaik, seperti Liga Premier, La Liga, Serie A dan Bundesliga, menerima empat tim, sementara dalam kejuaraan skor rendah ada kuota yang lebih kecil dan harus menerima putaran kualifikasi atau playoff, seperti Kejuaraan Eedivisie Belanda atau Kejuaraan. 2. Berpartisipasi dengan permainan yang adil dan aturan keuangan
UEFA telah mengadaptasi aturan Game Financial Fair (FFP) dari waktu ke waktu, terutama setelah terpapar Pandemi Covid-19. Dalam aturan terbaru, klub diizinkan kehilangan hingga 60 juta euro dalam tiga tahun, yang telah meningkat dibandingkan dengan ambang € 30 juta sebelumnya.
Selain itu, mulai dari musim 2025/2026, UEFA akan membatasi biaya asosiasi untuk upah, transfer dan gaji dengan agen dengan sangat 70% dari total pendapatan. Asosiasi ini juga berkewajiban untuk membayar hutang yang telah matang untuk periode tertentu.
Jika ini melanggar, mereka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang diadopsi oleh UEFA. Oleh karena itu, setiap klub harus menunjukkan situasi keuangan yang stabil dan transparan sesuai dengan aturan UEFA sebelum menerima lisensi di Liga Champions. Lisensi Klub UEFA
Lisensi Klub UEFA adalah persyaratan utama untuk klub yang ingin berpartisipasi dalam turnamen seperti Liga Champions dan Liga Eropa. Tujuan lisensi ini adalah untuk meningkatkan standar klub, untuk memastikan transparansi keuangan, untuk mempertahankan integritas persaingan dan untuk mendukung pengembangan sepakbola secara keseluruhan.
Read More : Laba Emiten Jasa Kebersihan HYGN Naik Ditopang Lonjakan Pendapatan 27 Persen
Prosedur ini mencakup evaluasi dalam berbagai aspek, termasuk keuangan (laporan keuangan, kepatuhan dengan FFP dan stabilitas keuangan), infrastruktur (stadion yang memenuhi standar UEFA dan lembaga pendidikan yang memadai), manajemen dan staf (struktur organisasi, staf baru).
Asosiasi harus meminta lisensi kepada agensi dengan mengirimkan dokumen yang diperlukan untuk dievaluasi. Jika permintaan ditolak, asosiasi dapat mengajukan banding, tetapi tanpa izin ini tidak akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam kompetisi klub UEFA.4. Juara Juara
Jika tim memenangkan Liga Champions gagal mencetak gol di kejuaraan kandangnya, mereka masih memiliki hak untuk mengambil tempat di turnamen musim berikutnya sebagai juara yang ada.
Aturan ini menjamin bahwa juara memiliki kesempatan untuk melindungi gelar Anda tanpa mengandalkan kinerja mereka di kompetisi internal. Namun, jika tim telah melewati kejuaraan, tidak ada penerimaan tambahan dan kuota masih mengikuti aturan UEFA yang berlaku.
Selain akhir, di posisi utama kejuaraan batin, tim juga bisa mendapatkan tiket ke Liga Champions dengan memenangkan Liga Champions. Namun, mereka harus mematuhi aturan permainan keuangan, memiliki lisensi UEFA dan, jika perlu, untuk melewati putaran kualifikasi.
Dengan tuntutan yang ketat ini, UEFA menjamin bahwa Liga Champions tetap menjadi acara kompetitif, diikuti oleh klub dengan manajemen profesional dan kondisi ekonomi yang stabil. Setiap musim, kompetisi untuk mengklaim turnamen ini selalu menarik perhatian, menjadikannya salah satu pertandingan sepak bola paling terkenal dan diharapkan di dunia.